Samuel Sekuritas: Jelang Imlek, Gerak IHSG Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak cenderung terbatas pada hari ini menjelang libur Imlek dan kondisi pasar yang menantikan data PDB pada Rabu (6/2/2019).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  09:34 WIB
Samuel Sekuritas: Jelang Imlek, Gerak IHSG Terbatas
Karyawan beraktivvitas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak cenderung terbatas  pada hari ini, Senin (4/2/2019) menjelang libur Imlek dan kondisi pasar yang menantikan data PDB pada Rabu (6/2/2019).

Dalam publikasi risetnya, tim analis Samuel Sekuritas menuliskan, indeks AS semalam ditutup menguat dengan Chevron, Exxon Mobil dan Merck mencatat penguatan tertinggi. Pasar masih mendalami kinerja keuangan dari Amazon, Merck dan Exxon Mobil setelah ketiganya merilis kinerja keuangan yang diatas estimasi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti negosiasi perdagangan AS dan China, dimana Presiden AS, Donald Trump dijadwalkan akan bertemu Presiden China, Xi Jinping bulan ini. Dari ekonomi, di bulan Januari, ekonomi AS tercatat menambah lapangan pekerjaan sebanyak 304.000, lebih besar dari estimasi yang sebesar 170.000.

Namun, laporannya juga melaporkan pertumbuhan gaji melambat di bulan Januari. Dari pasar komoditas, harga minyak Brent tercatat menguat 3% ke USD 62,8/b setelah rilis kuatnya data lapangan pekerjaan AS yang mengindikasikan potensi kuatnya permintaan minyak AS.

Sanksi AS terhadap Venezuela yang membantu membatasi pasokan minyak ke pasar global. Penguatan harga juga terbantu oleh turunnya data sumur produksi AS sebanyak 15 ke 847 sumur, terendah sejak Mei 2018.

“Kami perkirakan IHSG menguat hari ini menyusul kondusifnya kondisi makroekonomi serta bagusnya data kinerja perbankan di 4Q18,” paparnya.

Lebih lanjut, pasar menanti data pertumbuhan ekonomi yang akan rilis Rabu nanti. Konsensus memperkirakan GDP 4Q18 sebesar 5,12% yoy dan -1,76% qoq. Nilai tukar rupiah stabil di Rp13.945, indeks syariah menguat sementara EIDO flat. Pasar diperkirakan bergerak terbatas dikarenakan beberapa bursa di Asia libur panjang Imlek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, rekomendasi saham

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top