Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tahun Babi Tanah, Ini Saran Ahli Feng Shui kepada Investor Saham agar Tetap Cuan

Ahli feng shui menilai tahun babi tanah yang menjadi karakter tahun 2019 akan menyebabkan banyaknya sikap hati yang negatif, sehingga pelaku pasar disarankan untuk memberi perhatian yang cukup untuk mengendalikan situasi hati ke arah yang positif.
Master Feng Shui Yulius Fang memberikan paparan dalam Bisnis Indonesia Business Challenge 2019 di Jakarta, Senin (26/11)./Bisnis-Anggara Pernando
Master Feng Shui Yulius Fang memberikan paparan dalam Bisnis Indonesia Business Challenge 2019 di Jakarta, Senin (26/11)./Bisnis-Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA—Ahli feng shui menilai tahun babi tanah yang menjadi karakter tahun 2019 akan menyebabkan banyaknya sikap hati yang negatif, sehingga pelaku pasar disarankan untuk memberi perhatian yang cukup untuk mengendalikan situasi hati ke arah yang positif.

Yulius Fang, pakar feng shui dan konsultan rekan pada International Feng Shui Association, mengatakan bahwa tahun 2019, atau tahun China 2570 ditandai oleh karakter babi tanah.

Babi memiliki unsur air yang besar, yang ditandai oleh karakter hati-hati, fleksible, komunikatif, dan bijak. Namun, babi akan dikontrol oleh elemen tanah kecil sehingga sifat positif dari air besar berkurang.

“Tanah mencemari air, sehingga orang yang mestinya hati-hati menjadi kurang berhati-hati, yang fleksibel menjadi kurang fleksibel, yang bijak menjadi kurang bijak. Sikap negatif justru akan lebih banyak muncul,” katanya, Minggu (3/2/2019).

“Ini akan mengubah perilaku orang di seluruh dunia. Para pelaku ekonomi akan menyikapi laporan ekonomi dengan lebih khawatir, cemas, pesimis, atau negative thingking. Dalam dunia saham, sifat ini akan membuat saham mudah terkoreksi karena satu berita direspons berlebihan dari sisi negatifnya,” lanjutnya.

Yulius mengatakan, bagi para trader atau investor yang melakukan transaksi harian, bila ingin menjaga pasar saham tetap bagus dan bergairah, sebaiknya selalu menyaring berita-berita dengan lebih hati-hati. Terutama, berita-berita yang berpotensi membawa sikap pesimis, khawatir, dan ceroboh dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, sentimen negatif kemungkinan masih bisa muncul dari pasar global, sehingga sangat penting agar ada sentimen positif dalam negeri yang bisa mengimbanginya. Dirinya berharap, KPU dapat menjaga proses pemilu berjalan adil, aman dan lancar sehingga memberi optimism di dalam negeri.

“Tahun ini semua pelaku ekonomi dan masyarakat harus bisa berpikir jernih. Satu isu, entah itu benar atau belum, harus disikapi dengan bijak dan hati-hati, bukannya khawatir, pesimis, emosional dan ceroboh,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fahmi Achmad
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper