Kurs Jisdor Menguat ke Rp13.978, Rupiah Terapresiasi Jelang Rilis Data Inflasi

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.978 per dolar AS, menguat 94 poin atau 0,67% dari posisi Rp14.072 pada Kamis (31/1).
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 Februari 2019 11:03 WIB
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.978 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (1/2/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.978 per dolar AS, menguat 94 poin atau 0,67% dari posisi Rp14.072 pada Kamis (31/1).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 28 poin atau 0,2% ke level Rp13.945 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.945-Rp13.985 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat 28 poin atau 0,2% di posisi Rp13.945 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (31/1/2019), nilai tukar rupiah ditutup menguat 158 poin atau 1,12% di posisi Rp13.973 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,008 poin atau 0,01% ke level 95,586 pada pukul 10.41 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,019 poin atau 0,02% ke level 95,559, setelah pada akhir perdagangan Kamis (31/1), indeks dolar AS ditutup rebound 0,238 poin atau 0,25% ke level 95,578.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan rupiah bergerak menguat hari ini jelang rilis data inflasi.

Inflasi diperkirakan masih akan cukup rendah di level 3, 05% (yoy) di bulan Januari, lebih rendah dibandingkan Desember sebesar 3,13% (yoy). Inflasi yang cukup rendah tersebut kemungkinan dapat menjaga fundamental rupiah tetap kuat dalam jangka menengah.

“Rupiah diperkirakan menguat ke level Rp 13.950-Rp14.000 per dolar AS,” ungkapnya dalam riset, Jumat (1/2).

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)   

1 Februari

13.978

31 Januari

14.072

30 Januari

14.112

29 Januari

14.098

28 Januari

14.038

Sumber: Bank Indonesia                 

Tag : jisdor
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top