Mirae Asset Sekuritas: Sentimen Global dan Domestik Dukung Penguatan SUN

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai sentimen domestik dan global secara umum masih mendukung harga Surat Utang Negara (SUN) untuk kembali meningkat pada perdagangan Jumat (1/2/2019).
Emanuel B. Caesario | 01 Februari 2019 09:14 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai sentimen domestik dan global secara umum masih mendukung harga Surat Utang Negara (SUN) untuk kembali meningkat pada perdagangan Jumat (1/2/2019).
 
Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan bahwa sentimen global bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder hari ini, diperkirakan masih dipengaruhi oleh katalis positif dari dovish The Fed usai rapat Dewan Gubernur (FOMC Meeting) kemarin.
 
Beberapa faktor yang mempengaruhi yield SUN salah satunya imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun kembali melanjutkan penurunan hingga ke kisaran 2,63% dibandingkan dengan hari sebelumnya, yang berada di level 2,68%. 
 
Selain itu, sentimen positif dari global juga diperkirakan didorong oleh rilis data Caixin Manufacturing PMI Tiongkok per Januari 2019 yang diproyeksi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Perkiraan tersebut sejalan dengan kenaikan indikator yang sama berdasarkan rilis Biro Statistik Nasional China (NBS), meski level indeks Manufacturing PMI diperkirakan masih dalam level kontraksi, yakni di bawah 50 poin.
 
Kenaikan indeks Manufacturing PMI China diharapkan bisa mendorong apresiasi yuan terhadap dolar AS yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga SUN melalui transmisi apresiasi rupiah terhadap dolar AS. 
 
Adapun sentimen dari dalam negeri diprediksi berasal dari rilis data inflasi Januari 2019. Konsensus Bloomberg per pukul 08.00 WIB memproyeksi inflasi bulan lalu turun ke level 0,50% secara month-on-month (mom) dan 3,05% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan level inflasi Desember 2018 yang sebesar 0,62% mom dan 3,07% yoy. 
 
Hal tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga SUN, khususnya tenor menengah dan panjang.
 
Dhian menilai di tengah momentum kenaikan harga SUN (turunnya yield), tampaknya short-term trading menjadi lebih menarik dibandingkan dengan long-term trading
 
Didasarkan pada proyeksi kenaikan harga SUN hari ini ditambah dengan kemungkinan menurunnya inflasi Indonesia, maka seri SUN tenor menengah dan panjang menjadi kategori SUN yang kemungkinan ramai diperdagangkan hari ini. 
 
"Dengan demikian, kami merekomendasikan buy atau hold untuk seri-seri seperti FR0064, FR0056, FR0074, FR0065, FR0072, FR0075, dan FR0079. Sementara itu, untuk seri-seri seperti FR0077, FR0078, FR0059, dan FR0068, kami merekomendasikan hold hingga sell, hari ini," paparnya dalam riset harian, Jumat (1/2).
 
Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:
 
FR0063 (15 Mei 2023): 92,85 (7,61%) - 93,20 (7,51%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,40 (7,79%) - 101,80 (7,70%)
FR0064 (15 Mei 2028): 87,80 (8,01%) - 88,40 (7,91%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,00 (7,96%) - 102,40 (7,90%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,00 (8,32%) - 87,00 (8,18%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,00 (8,26%) - 101,60 (8,19%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,10 (8,33%) - 90,60 (8,27%)
FR0079 (15 April 2039): 99,80 (8,39%) - 100,80 (8,29%)
 
Adapun rupiah diperkirakan bergerak menguat di kisaran Rp13.905-Rp13.973. 
 
Berikut review perdagangan Kamis (31/1):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +58,50       bps to 101,625 (7,83%)
FR0078: +91,40       bps to 101,73 (8,00%)
FR0068: +160,00     bps to 99,13 (8,48%)
FR0079: +78,20       bps to 99,21  (8,46%)
 
-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr:   -0,050   point to 2,46%
UST 5yr:   -0,047    point to 2,44%
UST 10yr:  -0,048    point to 2,63%
UST 30yr:  -0,037    point to 3,00%
German Bund 10yr: -0,039 point to 0,15%
UK Gilt 10yr: -0,037 point to 1,22%
 
-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr:   -6,00%   to  46,10
CDS 5yr:   -30,13%   to 111,11
CDS10yr:  -3,88%    to  186,52
 
-CRUDE OIL PRICES -
WTI:   +0,82%      to $53,79 per barrel 
BRENT: +0,39%   to $61,89 per barrel

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top