IHSG Menguat di Akhir Sesi I, Bursa Asia Berhati-hati

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,28% atau 18,09 poin ke level 6.551,06 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 Februari 2019 12:41 WIB
Karyawan berkomunikasi di dekat monitor informasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan reli pada akhir sesi I hari ini, Jumat (1/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,28% atau 18,09 poin ke level 6.551,06 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (31/1), IHSG ditutup menguat 1,06% atau 68,78 poin di level 6.552,06.

IHSG sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,29% atau 19,09 poin di level 6.552,06. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran level 6.550,99 – 6.581,73.

Empat dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dengan dorongan terbesar dari sektor finansial yang menguat 0,94%, disusul sektor perdagangan yang menguat 0,79%.

Di sisi lain, lima sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut di sesi I hari ini, didorong oleh sektor infrastruktur yang turun 0,9% dan konsumer yang melemah 0,23%.

Sebanyak 204 saham menguat, 151 saham melemah, dan 272 saham stagnan dari 627 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing menguat 2,08% dan 0,89% menjadi penopang utama penguatan IHSG siang ini.

Di sisi lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang masing-masing melemah 0,77% dan 4,14% menjadi penekan utama sekaligus membatasi besarnya penguatan IHSG siang ini.

Mayoritas indeks saham lainnya di Asia bergerak menguat siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura yang naik 0,28%, dan indeks indeks SE Thailand yang naik 0,41%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,06%, indeks Shanghai Composite menguat 0,77%, sedangkan indeks Hang Seng dan Topix melemah masing-masing 0,31% dan 0,23%.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat, meskipun sedikit mereda menyusul survei pada aktivitas pabrik China yang lesu menumpulkan optimisme tentang prospek kesepakatan China-AS.

Investor di Asia juga berhati-hati menjelang data tenaga kerja AS yang dirilis hari ini, dengan sejumah analis tidak yakin apa dampak penutupan pemerintahan terhadap tenaha kerja.

Saham mulai menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping segera untuk mencapai kesepakatan perdagangan setelah pertemuan antara pejabat kedua negara melaporkan "kemajuan substansial".

Delegasi perdagangan Beijing mengatakan pembicaraan perdagangan membuat "kemajuan penting" untuk tahap saat ini, ungap kantor berita resmi China Xinhua.

Sebelumnya, optimisme juga sedikit mereda oleh desakan Gedung Putih bahwa 1 Maret adalah tenggat waktu yang sulit untuk sebuah kesepakatan, dengan ancaman kenaikan tarif impor untuk barang-barang asal China akan dilakukan jika kesepakatan tidak tercapai.

"Sebagian besar analis masih sangat skeptis bahwa kesepakatan perdagangan dapat dilakukan dalam jangka waktu ini," ungkap tim ekonom Commonwealth Bank of Australia, seperti dikutip Reuters.

"Kami sedikit optimis karena negosiasi ini dilakukan oleh politisi senior, bukan oleh birokrat perdagangan," tambah mereka.

 

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top