Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mirae Asset Sekuritas: Banyak Katalis Positif untuk SUN

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (31/1/2019) harga surat utang negara atau SUN akan menguat.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  12:47 WIB
SURAT UTANG NEGARA
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (31/1/2019) harga surat utang negara atau SUN akan menguat.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa sentimen positif dari dovish FOMC Meeting semalam dan rilis data manufacturing PMI Tiongkok menjadi pendorong kenaikan harga SUN di pasar sekunder sekaligus menjadi katalis positif di tengah ketidakpastian terkait perkembangan Brexit dan pertemuan antara Tiongkok dengan AS mengenai kesepakatan perdagangan internasional.

Dalam pertemuan FOMC semalam, suku bunga The Fed dipertahankan di level 2,25% - 2,50% dan hasil pertemuan tersebut (yang juga ditegaskan oleh pernyataan Jerome Powell) mengindikasikan bahwa peluang untuk berlanjutnya normalisasi suku bunga The Fed telah menipis dan akan menunggu perkembangan dari rilis data makro AS.

Dibandingkan dengan ekspektasi pasar sejauh ini (berdasarkan indikator CME Fedwatch Tool), suku bunga The Fed diproyeksi akan dipertahankan hingga akhir tahun 2019.

Selain itu, hasil pertemuan FOMC juga mengindikasikan bahwa normalisasi neraca (balance sheet) The Fed akan menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan pasar modal AS.

Sementara itu, rilis data NBS Manufacturing PMI Tiongkok per Januari 2019 juga diperkirakan menjadi katalis positif tambahan bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder di mana data aktual menunjukkan kenaikan ke level 49,5 poin atau sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan ekspektasi pasar masing-masing sebesar 49,4 poin dan 49,3 poin.

Meski level tersebut masih dalam kondisi kontraksi (indeks di bawah 50 poin), tetapi hal tersebut bisa menjadi pendorong apresiasi yuan terhadap dolar AS yang pada akhirnya mendorong penguatan harga SUN melalui transmisi apresiasi rupiah terhadap dolar AS.

"Namun demikian, dominannya katalis positif dalam perdagangan SUN hari ini perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini telah menyentuh level sekitar $54,23 per barel (kategori WTI) atau level tertinggi sejak November tahun lalu," katanya dalam riset harian, Kamis (31/1/2019).

Dhian memproyeksi, masih ada katalis positif bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder esok hari. Hal tersebut, didasarkan atas proyeksi bahwa efek dari sentimen dovish The Fed masih ada dan rilis data Caixin Manufacturing PMI Januari 2019 akan positif bagi pasar seiring dengan meningkatnya rilis data NBS Manufacturing PMI.

"Dengan demikian, kami merekomendasikan investor untuk melakukan aksi hold hingga jual untuk seri benchmark FR0077 dan FR0078 serta aksi hold atau beli untuk seri FR0068 dan FR0079," katanya.

Sementara itu, jika investor tertarik untuk melakukan investasi jangka panjang, didasarkan pada proyeksi turunnya yield SUN utamanya di semester dua tahun ini, maka seri SUN non benchmark yang masih menawarkan yield yang menarik adalah FR0059, FR0058, FR0074, FR0065, dan FR0072.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top