Obligasi Jatuh Tempo Rp2 Triliun, Waskita Karya Siapkan Skema Pembiayaan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. tengah mempersiapkan sejumlah opsi untuk melunasi obligasi jatuh tempo senilai Rp2 triliun pada 2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  22:17 WIB
Obligasi Jatuh Tempo Rp2 Triliun, Waskita Karya Siapkan Skema Pembiayaan
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan terminal baru di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Kamis (24/1/2019). Data Angkasa Pura II, proyek yang dikerjakan PT Waskita karya itu mulai dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp363,9 miliar - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA— PT Waskita Karya (Persero) Tbk. tengah mempersiapkan sejumlah opsi untuk melunasi obligasi jatuh tempo senilai Rp2 triliun pada 2019.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Waskita Karya memiliki satu obligasi jatuh tempo dengan jumlah pokok Rp2 triliun pada 2019. Jumlah itu berasal dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya Tahap I Tahun 2016.

Surat utang tersebut dicatatkan pada 13 Juni 2016 dan akan jatuh tempo pada 10 Juni 2019. Obligasi itu dibanderol dengan kupon tetap 9,25%.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Director of Finance and Strategy Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan manajemen berencana menerbitkan kembali obligasi untuk refinancing surat utang yang jatuh tempo. Akan tetapi, pihaknya masih menunggu kondisi pasar pada kuartal I/2019.

Haris menyebut perseroan juga memiliki opsi lain apabila kondisi pasar kurang baik untuk melakukan emisi obligasi. Waskita Karya berencana melunasi obligasi dengan menggunakan kas internal.

“Second option dilunasi dari kas internal yang berasal dari penerimaan piutang proyek-proyek turn key,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (29/1/2019).

Dia menambahkan emiten berkode saham WSKT itu akan menerima sejumlah pembayaran turn key pada 2019. Nilai yang akan dikantongi diperkirakan mencapai Rp26 triliun.

Berdasarkan catatan Bisnis, WSKT melaporkan telah menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah senilai Rp36,75 triliun sepanjang 2018. Pembayaran diterima dari pekerjaan proyek jalan tol Batang-Semarang senilai Rp5,75 triliun.

Selanjutnya, light rail transit (LRT) Palembang senilai Rp3,9 triliun, tol Pasuruan-Probolinggo senilai Rp2,1 triliun, tol Salatiga-Kartasura senilai Rp2 triliun, tol Terbanggi Besar-Kayu Agung senilai Rp1,96 triliun, serta penerimaan proyek lainnya Rp18,23 triliun.

Adapun, dari sisi pengembalian dana talangan tanah, WSKT melaporkan telah menerima Rp2,8 triliun pada tahun lalu. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, waskita karya

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top