Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilarmas Investindo Sekuritas: Pasar Obligasi Diperkirakan Melemah Terbatas

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kehadiran lelang Surat Utang Negara (SUN) akan membuat pasar obligasi melemah yang diakibatkan tingginya permintaan imbal hasil oleh para pelaku pasar dan investor.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  11:33 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara
Ilustrasi Surat Utang Negara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan bahwa pasar obligasi masih akan melemah dengan potensi melemah terbatas pada Selasa (29/1/2019) pagi.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kehadiran lelang Surat Utang Negara (SUN) akan membuat pasar obligasi melemah yang diakibatkan tingginya permintaan imbal hasil oleh para pelaku pasar dan investor. Arah berikutnya dari pasar obligasi akan ditentukan dari hasil lelang hari ini.

Lelang kali ini berpotensi untuk diramaikan oleh para pelaku pasar dan investor mengingat seri yang dilelang mencakup semua seri dari obligasi benchmark tahun ini.

Menurutnya, hal ini akan menjadi sesuatu yang amat dinanti oleh para pelaku pasar dan investor untuk mendapatkan obligasi dengan yield yang menarik. Obligasi 10 tahun dan 20 tahun merupakan obligasi yang dapat dilirik.

Di sisi lain, para pelaku pasar dan investor tetap akan menantikan pertemuan Dewan Gubernur The Fed (FOMC Meeting) yang akan berlangsung pada Kamis (31/1) waktu setempat. Selain itu, ada pula pertemuan AS-China terkait sengketa dagang kedua negara pada Rabu (30/1).

Dari Inggris, pada Selasa (29/1), Parlemen Inggris akan menggelar voting untuk menentukan langkah alternatif setelah proposal Brexit yang diajukan beberapa waktu lalu tidak disetujui. Total, ada 14 alternatif dari hasil voting tersebut.

"Secara teknikal analisis, kami melihat bahwa kenaikan imbal hasil obligasi udah mengalami puncaknya dan saat ini penurunan sudah mulai terjadi. Namun, secara tren jangka pendek hinga menengah, imbal hasil pasar obligasi 10 tahun dan 20 tahun sudah terkonfirmasi berada dalam fase uptrend. Kami merekomendasikan ikuti lelang hari ini dengan terfokus kepada obligasi pendek dan panjang," papar Nico dalam riset harian, Selasa (29/1).

Pada perdagangan Senin (28/1), imbal hasil obligasi Zona Amerika ditutup bervariasi didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar berada di Brazil (9,09%, +2,5%). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Peru (5,58%, -1,7%).

Imbal hasil wilayah Zona Eropa ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikan terbesar ada di Italia (2,66%, +1,6), sedangkan penurunan terdalam di Yunani (4,02%, -1,5).

Imbal hasil Asia Pasifik ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Selandia Baru (4,27%, +4,9), sedangkan penurunan imbal hasil terbesar ada di Taiwan (0.86%, -4,3).

Adapun Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup melemah di 8,12% dibandingkan hari sebelumnya di 8,10%. Imbal hasil obligasi Indonesia 20 tahun ditutup melemah tipis di 8,51% dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar 8,50%.

Sementara itu, minyak Texas ditutup turun di harga US$52,09 per barel dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar US$53,69 per barel. Selain itu, rupiah ditutup menguat di level Rp14.072 dibandingkan hari sebelumnya, yang berada di posisi Rp14.093.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top