Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Government Shutdown dan Ketegangan Perdagangan Imbangi Kinerja Emiten, Wall Street Mixed

Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif pada perdagangan Rabu (23/1/2019) setelah kenaikan yang didorong oleh serentetan kinerja emiten diimbangi oleh kekhawatiran tentang potensi penurunan ekonomi, ketegangan perdagangan dan penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  06:45 WIB
Bursa saham AS - Reuters
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif pada perdagangan Rabu (23/1/2019) setelah kenaikan yang didorong oleh serentetan kinerja emiten diimbangi oleh kekhawatiran tentang potensi penurunan ekonomi, ketegangan perdagangan dan penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS.

Sementara indeks Standard & Poor’s 500 datar dan Nasdaq melemah, indeks Dow Jones Industrial Average menguat setelah kinerja kuartalan positif dari International Business Machines, Procter & Gamble Co, United Technologies dan lainnya membantu menarik indeks ke wilayah positif.

Dow Jones menguat 129,28 poin atau 0,53% ke level 24.533,76, indeks S&P 500 naik tipis 0,64 poin atau 0,02% ke 2.633,54 dan Nasdaq Composite turun 12,80 poin atau 0,18% ke 7.007,55.

Dilansir Reuters, optimisme di awal sesi diredam oleh laporan bahwa para pemimpin bisnis yang berkumpul di World Economic Forum di Davos, Swiss, kehilangan kepercayaan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump karena efek dari kebuntuan perdagangan AS-China yang berkepanjangan menjadi semakin terasa.

Ketidakpastian bertahan di Washington, dengan penutupan pemerintah federal (government shutdown) mencatat hari terpanjang sepanjang sejarah.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada hari Rabu mengatakan AS dapat mencatat pertumbuhan ekonomoi nol persen pada kuartal pertama jika shutdown berlarut-larut hingga Maret.

"Ini terkait dengan pelemahan kemarin, keraguan investor, dan pasar yang sudah overbought dalam waktu singkat," kata Robert Pavlik, analis investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC, seperti dikutip Reuters.

"Banyak orang mempertanyakan government shutdown, dan dengan CEO mengatakan mereka khawatir tentang kebijakan perdagangan, seluruhnya tertuju pada masalah mendasar yang sama bahwa orang tidak yakin apa yang akan terjadi dengan ekonomi global," tambah Pavlik.

Namun, serentetan laporan kinerja emiten yang positif membuat indeks Dow Jones tetap dalam zona hijau.

International Business Machines Corp memberikan dorongan terbesar bagi indeks Dow dengan penguatan 8,7% setelah perusahaan komputasi awan dan layanan perangkat lunak membantu laba perusahaan berada di atas perkiraan analis.

Sementara itu, Procter & Gamble menguat 4,0% setelah perusahaan menaikkan perkiraan penjualan setahun penuh dan mengambil keuntungan dari kenaikan harga dan permintaan yang kuat.

United Technologies melaporkan laba kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan dan perkiraan laba 2019 yang berada di atas perkiraan analis. Saham menguat 5,0%.

Musim laporan kinerja emiten kuartal keempat berjalan lancar, dan dari 15% emiten di indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan, 77,6% di antaranya melampaui perkiraan analis, menurut data Refinitiv.

Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba emiten S&P 500 sebesar 14,2% pada kuartal keempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top