Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waskita Beton Precast (WSBP) Bakal Lunasi Pinjaman Rp300 Miliar

Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Anton YT Nugroho mengatakan perseroan memiliki kas sebesar Rp1,3 triliun.
Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Abdul Ghofarrozin dan Direktur Anton Yulianto, disaksikan Komisaris Independen Suhendro Bakri, dan Direktur Independen Agus Wantoro, seusai RUPST, di Jakarta. Selasa (3/7/2018)./JIBI-Endang Muchtar
Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Abdul Ghofarrozin dan Direktur Anton Yulianto, disaksikan Komisaris Independen Suhendro Bakri, dan Direktur Independen Agus Wantoro, seusai RUPST, di Jakarta. Selasa (3/7/2018)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Beton Precast Tbk. akan melakukan pelunasan pinjaman senilai Rp300 miliar dengan menggunakan pembayaran termin yang diterima perseroan pada 2018.

Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Anton YT Nugroho mengatakan perseroan memiliki kas sebesar Rp1,3 triliun. Dana itu berasal dari proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dan pekerjaan lainnya.

Perolehan dana tersebut, sambungnya, digunakan oleh perseroan untuk melakukan pelunasan pinjaman. Emiten berkode saham WSBP itu tercatat melunasi pinjaman Rp244 miliar pada Desember 2018.

“Pada akhir Januari 2019, Kami akan melunasi sekitar Rp300 miliar dengan menggunakan termin yang diperoleh pada 2018,” ujar Anton dalam siaran pers, Kamis (24/1/2019).

Dia menambahkan WSBP juga akan meneriman pendapatan termin sekitar Rp800 miliar. Jumlah tersebut berasal dari pembayaran yang akan dilakukan oleh PT Waskita Bumi Wira (WBW) sekitar akhir Januari 2019 hingga pertengahan Februari 2019.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ratna Ningrum mengungkapkan terdapat beberapa proyek eksternal serta tambahan kontrak eksisting yang masuk ke pipeline perseroan. Pekerjaan tersebut di antaranya jalan tol Cibitung-Cilincing dan Bogor-Ciawi-Sukabumi Paket 2.

Pipeline nilai kontrak baru Januari 2019 sekitar Rp1 triliun,” sebutnya.

Ratna menambahkan terdapat adendum kontrak baru yang mundur ke Februari 2019 dari semula dijadwalkan pada Januari 2019. Pekerjaan tersebut yakni adendum kontrak eksisting Legundi-Bunder yang mundur menjadi bulan depan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper