Reksa Dana Pasar Uang Kian Prospektif Tahun Ini

Sejumlah manajer investasi menilai prospek reksa dana pasar uang tahun ini semakin baik, melanjutkan pencapaian kinerja tahun lalu, seiring dengan masih berlanjutnya tren kenaikan suku bunga.
Muhammad Ridwan | 11 Januari 2019 00:20 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah manajer investasi menilai prospek reksa dana pasar uang tahun ini semakin baik, melanjutkan pencapaian kinerja tahun lalu, seiring dengan masih berlanjutnya tren kenaikan suku bunga.

Berdasarkan data Infovesta Utama, pada 2018 indeks reksa dana pasar uang menjadi satu-satunya yang mencatatkan kinerja positif, yakni sebesar 4,18%. Tingginya volatilitas pasar tahun lalu membuat investor memburu produk yang aman dan rendah risiko, seperti reksa dana pasar uang.

Chief Executive Officer Maybank Asset Management Denny R. Thaher menilai bahwa prospek reksa dana pasar uang pada 2019 cukup menarik karena akan memberikan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan dengan deposito.

Maybank Asset Management menargetkan imbal hasil atau return reksa dana pasar uang pada 2019 sebesar 5,5%—-6%. Target tersebut ditetapkan seiring dengan ekspektasi terus membaiknya kinerja pasar modal dan penambahan investor baru.“Cocok untuk penempatan jangka pendek dan investor pemula,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (10/1).

Direktur Utama Avrist Asset Management Hanif Mantiq juga memandang optimistis terhadap prospek reksa dana pasar uang pada 2019. Avrist Asset Management menetapkan target return untuk reksa dana pasar uang pada 2019 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, yakni 7%. “Lebih baik dari tahun lalu, return bisa sekitar 7%,” ujarnya.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan bahwa prospek reksa dana pasar uang pada 2019 akan lebih baik dibandingkan dengan 2018. Dia menilai bahwa pada 2019, besaran suku bunga acuan dimulai dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

“Tahun lalu 4,2%, tahun ini kita start saja sekarang suku bunga sudah 6% sekarang reksa dana pasar uang 5,5%—-6%,” jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya, faktor suku bunga acuan sangat berpengaruh terhadap kinerja reksa dana uang. Dia memprediksi masih berlanjutnya tren kenaikan suku bunga pada tahun ini akan mengerek kinerja reksa dana pasar uang.

“Kalau prediksinya tahun ini akan naik dua kali suku bunga, otomatis untuk pasar uang relatif akan sangat baik secara kinerja untuk tahun ini,” pungkasnya. 

Tag : reksa dana
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top