Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Yuan Pecundangi Dolar AS

Reli penguatan mata uang China terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal terus berlanjut seiring dengan sinyal perundingan antara AS dan China yang menghasilkan kesepakatan yang positif.
Yuan/Bloomberg
Yuan/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Reli penguatan mata uang China terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal terus berlanjut seiring dengan sinyal perundingan antara AS dan China yang menghasilkan kesepakatan yang positif.

Wakil Kepala Strategis Bunga dan Asia FX Bank of America Merrill Lynch, Claudio Piron mengatakan perundingan antara AS dan China tersebut telah memberikan efek yang positif dalam beberapa aspek.

“Pekan ini bisa menjadi langkah pertama menuju perdagangan nyata dari rekonsiliasi antara AS dan China atas perdagangan,” ujar Claudio seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (10/1).

Sementara itu, Investment Strategist Citigroup Hong Kong, Ken Peng mengatakan, investor kini berbalik bullish pada mata uang China sehingga yuan memiliki ruang kenaikan yang lebih jauh dalam jangka panjang berkat dolar AS yang melemah.

“Greenback telah jatuh ke level terlemah sejak September dan membuat aset dolar kurang menarik dibandingkan dengan mata uang yuan,”ujar Ken Peng seperti dikutip dari Bloomberg, kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (10/1) pukul 18.05 WIB, mata uang Negeri Panda tersebut menguat 0,42% menjadi 6,78 renminbi per dolar AS dan menguat 1,34% secara year-to-date (ytd).

Sementara itu, yuan naik 0,29% menjadi 6,79 yuan per dolar AS dan menguat 1,15% di hadapan dolar AS sepanjang 2018 berjalan.

Mata uang China disebut berada pada level tertingginya selama lima bulan dan momentum pembelian juga terkuat dalam satu tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Gajah Kusumo

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper