Tahun 2019, Ada Rp51,2 Triliun SBN Ritel Jatuh Tempo

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat akan ada dua instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang akan jatuh tempo tahun ini dengan total nilai Rp51,2 triliun.
Emanuel B. Caesario | 10 Januari 2019 15:49 WIB
Direktur SUN DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting (tengah) berbincang bersama Dirut KSEI Frederica Widyasari Dewi (kanan) dan Prita Hapsari Ghozie, Financial Planner and Educator, Co-founder zapfinance saat peluncuran SBR005, Kamis (10/1/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat akan ada dua instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang akan jatuh tempo tahun ini dengan total nilai Rp51,2 triliun.

Loto Srinaita Ginting, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, mengatakan bahwa nilai jatuh tempo SBN ritel tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2018, SBN ritel yang jatuh tempo mencapai Rp56,8 triliun, sedangkan nilai yang diterbikan pemerintah mencapai Rp46,01 triliun.

“Tahun 2019, jatuh temponya sekitar Rp50 triliun, tetapi kita akan terbitkan yang baru sekitar Rp80 triliun,” katanya usai pembukaan masa penawaran saving bond retail seri SBR005, Kamis (10/1/2019).

Adapun, kedua instrumen SBN ritel yang akan jatuh tempo tahun ini yakni sukuk ritel atau sukri seri SR-008 senilai Rp31,5 triliun dan obligasi ritel Indonesia seri ORI-013 senilai Rp19,7 triliun.

SR-008 akan jatuh tempo pada Maret 2019, sedangkan ORI-013 akan jatuh tempo pada Oktober 2019. Pada saat yang sama, pemerintah akan menerbitkan instrumen penggantinya, yakni SR-011 pada Maret 2019 dan ORI-016 pada Oktober 2019.

Tag : sbn, surat utang negara
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top