Saham Apple Menguat, Wall Street Reli Empat Hari Berturut-turut

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,39% ke level 23.879,12, sedangkan indeks Standard & Poors 500 naik 0,41% ke 2.584,96. Adapun indeks Nasdaq Composite menguat 0,87% ke 6.957,08.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  06:13 WIB
Saham Apple Menguat, Wall Street Reli Empat Hari Berturut-turut
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat, melanjutkan reli di hari keempat berturut-turut pada perdagangan Rabu (9/1/2019), didorong oleh saham Apple dan saham sensitif perdagangan lainnya di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara AS dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,39% ke level 23.879,12, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,41% ke 2.584,96. Adapun indeks Nasdaq Composite menguat 0,87% ke 6.957,08.

Indeks S&P 500 yang mencatat reli penguatan harian terpanjang dalam hampir empat bulan, telah menguat 10% dari level terendah 20 bulan pada sekitar libuar Natal, terangkat oleh harapan dicapainya kesepakatan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia, yang meredakan beberapa kekhawatiran atas perang perdagangan pada pertumbuhan global.

Sementara itu, Federal Reserve merilis risalah pertemuan kebijakan bulan Desember yang menunjukkan pembuat kebijakan dapat menahan laju kenaikan suku bunga di masa depan dan beberapa pejabat lain tidak mendukung kenaikan suku bunga bank sentral bulan itu.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan bahwa China berjanji untuk membeli "sejumlah besar" produk pertanian, energi, dan barang-barang serta jasa manufaktur dari AS.

Indeks teknologi S&P menguat 1,50%, dengan Apple Inc naik 1,7% terlepas adanya laporan dari Nikkei bahwa perusahaan telah mengurangi produksi untuk tiga model iPhone terbaru untuk kuartal Januari-Maret.

Saham perusahaan jatuh sekitar 10% pekan lalu setelah merilis perkiraan penurunan penjualan. Pemasok Apple, yang sebagian besar termasuk produsen chip, kembali tertekan pada hari Selasa setelah Samsung Electronics menandai lemahnya permintaan chip.

"Jika Anda ingin mengukur bagaimana investor melihat pembicaraan perdagangan, perhatikan saja teknologi, dan semikonduktor pada khususnya," kata Jack Ablin, kepala investasi di Cresset Wealth Advisors, seperti dikutip Reuters.

Saham Boeing Co, yang juga memiliki eksposur besar ke China, naik 0,97%, dengan indeks industri S&P naik 0,63%.

Sementara itu, sektor energi memimpin sektor-sektor lain dengan lonjakan 1,50%, dibantu oleh harga minyak yang mencapai level tertinggi dalam hampir satu bulan terakhir. Adapun sektor finansial naik 0,52%, dengan Citigroup menguat 2%.

Mengiringi risalah pertemuan The Fed yang dirilis pada hari Rabu, banyak pembuat kebijakan mengatakan mereka dapat menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut sampai adanya penanganan yang lebih baik teradap risiko yang memotong prospek ekonomi AS yang solid.

"The Fed yang lebih stabil akan mengarah ke pasar yang lebih stabil dari waktu ke waktu," kata Mark Heppenstall, kepala investasi di Penn Mutual Asset Management di Horsham, Pennsylvania.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top