Pollux Investasi (POLI) Incar Kenaikan Marketing Sales 26,5% Tahun Ini

Emiten properti, PT Pollux Investasi Internasional Tbk. memproyeksikan marketing sales pada 2019 bisa naik 26,5% year on year menjadi Rp520 miliar. 
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  17:34 WIB
Pollux Investasi (POLI) Incar Kenaikan Marketing Sales 26,5% Tahun Ini
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA  -- Emiten properti, PT Pollux Investasi Internasional Tbk. memproyeksikan marketing sales pada 2019 bisa naik 26,5% year on year menjadi Rp520 miliar. 

Direktur Pollux Investasi Internasional Tbk. Leonora Dewi Susanti mengungkapkan, marketing sales pada tahun lalu senilai Rp411 miliar. Marketing sales tersebut berasal dari recurring income dan proyek yang telah ada.

"Kami fokus pada properti yang kami miliki saat ini. Recurring income pada tahun lalu Rp260 miliar dan kalau tahun ini bakal mencapai Rp300 miliar," ungkapnya di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Saat ini, net asset value (NAV) perseroan adalah sebesar Rp4,7 triliun. Properti yang dimiliki perseroan adalah Paragon Mall, Po Hotel, apartemen WR Residence, Hotel Louis, Kienne Simpang Lima, Apartemen Pinnacle, Hotel Louis Kienne Pandanaran, Apartemen Marquis de Lafayette dan Hotel Louis Kienne Pemuda. 

Pada 2019, alokasi belanja modal sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk Paragon Mall yang telah beroperasi selama 10 tahun. Dia mengatakan, Paragon Mall dikenal sebagai mal terbaik di Semarang, sehingga dibutuhkan belanja modal untuk tetap bertahan di tengah persaingan bisnis mal yang semakin ketat. 

Paragon Mall akan menyerap sekitar 80% dari belanja modal tahun ini. Belanja modal tersebut akan menggunakan dana internal dan dana hasil initial public offering (IPO).

Pada Kamis (10/1/2019), perseroan telah melantai di Bursa Efek Indonesia, berhasil menghimpun dana senilai Rp657,44 miliar, dengan menerbitkan 402,1 juta saham baru, pada harga penawaran Rp1.635 per saham. 

Emiten berkode saham POLI berencana menggunakan dana sekitar 76,65% dari hasil IPO untuk pengembangan usaha dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran pinjaman pemegang saham dan modal kerja.

Dewi menambahkan, POLI juga berencana untuk mengambilalih obligasi konversi PT Nobel Properti Kencana (NPK) yakni perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti. POLI bakal menggunakan Rp500 miliar dana IPO untuk membeli obligasi konversi Nobel Properti Kencana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar modal, properti, ipo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top