BEI Pertimbangkan Lagi Rencana Ubah Besaran Jumlah Saham Per Lot Transaksi

Bursa Efek Indonesia masih akan mempertimbangkan rencana untuk menurunkan jumlah saham dalam satuan lot transaksi di bursa menjadi lebih rendah dari 100 dan akan memutuskannya pada semester pertama tahun ini.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  14:13 WIB
BEI Pertimbangkan Lagi Rencana Ubah Besaran Jumlah Saham Per Lot Transaksi
Karyawan beraktivvitas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Bursa Efek Indonesia masih akan mempertimbangkan rencana untuk menurunkan jumlah saham dalam satuan lot transaksi di bursa menjadi lebih rendah dari 100 dan akan memutuskannya pada semester pertama tahun ini.

Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa BEI akan tetap mempertimbangkan rencana itu, meskipun dari hasil evaluasi terkini, tampaknya hal tersebut belum benar-benar mendesak.

Menurutnya, dengan jumlah 100 saham per lot saat ini pun masih cukup terjangkau oleh investor. Pasalnya, sekitar 570-an emiten dari total 620 emiten di pasar modal Indonesia harganya masih di bawah Rp5.000 per saham.

Artinya, investor masih bisa membeli mayoritas saham di bursa dengan nilai investasi Rp500.000. Menurutnya, nilai tersebut mestinya tidak terlalu tinggi bagi investor. Padahal, tujuan penurunan jumlah saham per lot adalah untuk meningkatkan aksesibilitas investor terhadap saham emiten.

Hasan mengatakan, catatan lainnya adalah bahwa penurunan jumlah saham per lot akan meningkatkan secara signifikan frekuensi transaksi, sebab nilai saham per lot menjadi semakin rendah sehingga makin terjangkau.

Hal ini akan turut mempengaruhi biaya operasional yang ditanggung oleh pihak perantara atau sekuritas anggota bursa dan bankkustodian, sebab kegiatan operasional di back office makin tinggi seiring dengan naiknya frekuensi, tetapi nilai transaksi belum tentu lebih tinggi.

“Kalau pertimbangannya penurunan jumlah saham per lot itu belum dibutuhkan karena cost effectiveness, tentu lot yang sekarang ini rasanya masih menjadi pilihan yang ideal. Namun, tentu kita akan tetap melakukan kajian itu dan akan disimpulkan dalam waktu dekat ini juga, semester pertama,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, transaksi saham

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top