Aksi Jual Tekan Bursa Eropa, indeks Stoxx Melemah 1,87%

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,87% atau 6,46 poin ke level 338.99, setelah bergerak pada kisaran 338,79-344,15.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Desember 2018 06:04 WIB
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi jual melanda bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (10/12/2018) karena meningkatnya risiko politik menyusul ditundanya pemungutan suara kesepakatan Brexit dan kerusuhan selama akhir pekan di Prancis.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,87% atau 6,46 poin ke level 338.99, setelah bergerak pada kisaran 338,79-344,15.

Indeks FTSE 100 Inggris ditutup turun 0,8% dengan pound sterling jatuh 1,5% dan memberikan dorongan untuk saham blue chips dengan pendapatan dalam mata uang asing.

Sementara itu, bursa Eropa lainnya mendapat pukulan kuat dengan indeks DAX Jerman dan indeks CAC 40 Prancis turun masing-masing 1,5%.

"Prancis, Brexit Inggris, Italia, bahkan Jerman yang segera berganti kepemimpinan, tidak ada visibilitas politik di Eropa," kata analis Kepler Cheuvreux, Christopher Potts, dalam laporan yang dirilis menjelang pemungutan suara Brexit yang ditunda.

"Untuk investor internasional, bursa saham Eropa menjadi hampir tidak dapat diinvestasikan, kecuali dan hingga menjadi sangat murah," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Menambah tekanan pada indeks, saham terkait minyak turun 2,4%, menghapus kenaikan pada tahun 2018. Minyak telah menjadi sektor terakhir yang mencatat kenaikan di Eropa, dan semua indeks sektoral STOXX 600 saat ini melemah.

Harga minyak menghapus penguatan yang dicatat pekan lalu ketika kelompok produsen OPEC dan eksportir utama lainnya sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah mereka dari Januari untuk mencegah kelebihan pasokan.

Terkait berita emiten, saham BASF turun 3,8% setelah perusahaan kimia Jerman tersebut memangkas proyeksi laba 2018 pada hari Jumat, terutama karena bisnis bahan bakar perusahaan, sementara tingkat air yang rendah di Rhine dan permintaan otomotif yang lemah, terutama di China, juga turut menjadi penyebab penurunan.

Saham otomotif, yang dipandang sebagai yang paling terpapar ketegangan perdagangan internasional, adalah sektor dengan kinerja terburuk dengan penurunan 2,8%.

Tag : bursa eropa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top