Ketegangan AS—China Picu Saham Global Bervariasi

Saham global bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan seiring dengan kekhawatiran atas hubungan Amerika Serikat dan China. Namun, dalam sepekan bursa AS dan Eropa cenderung menurun.
Hafiyyan | 08 Desember 2018 07:11 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Saham global bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan seiring dengan kekhawatiran atas hubungan Amerika Serikat dan China. Namun, dalam sepekan bursa AS dan Eropa cenderung menurun.

“Pekan ini terjadi volatilitas yang tinggi dan investor gelosah. Ini menjadi minggu yang mengerikan bagi pasar Eropa,” tutur analis pasar CMC Markets David Madden, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/12/2018).

Index STOXX 600 Eropa meningkat 0,62%, sedangkan Index 100 perusahaan terbesar di London meningkat 1,1%. Dow Jones Industrial Average turun 2,24% menjadi 24.388,95, S&P kehilangan 2,33% menuju 2.633,08, dan Nasdaq Composite terkoreksi 3,04% menjadi 6.969,25.

Wall Street mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2018. Hal ini didorong oleh pelemahan saham teknologi dan perusahaan internet.

Penurunan bursa AS juga disebabkan oleh data tenaga kerja periode November 2018 yang di bawah ekspektasi. Dengan demikian, ini menguatkan anggapan Federal Reserve kemungkinan akan berhenti menaikkan suku bunga.

Data Non Farm Payrolls pada bulan lalu meningkat 155.000 pekerja. Namun, angka tersebut meleset dari ekspektasi ekonom sebesar 200.000 pekerja dan Oktober 2018 sejumlah 237.000 pekerja.

Indeks saham MSCI di seluruh dunia merosot 1,11%. Saham tersandung karena kekhawatiran perang dagang akan memengaruhi jumlah tenaga kerja.

Dolar AS juga melemah terhadap mata uang utama setelah rilis data pekerjaan AS. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, turun 0,31% menjadi 96,514. Adapun, euro naik 0,24% menjadi 1,1401 per dolar AS.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top