IHSG Melaju di Zona Merah, Ini Sentimen Penekannya!

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,53% atau 32,21 poin ke level 6.100,91 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,62% atau 38,11 poin ke level 6.095,01.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Desember 2018 12:59 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan di zona merah hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,53% atau 32,21 poin ke level 6.100,91 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,62% atau 38,11 poin ke level 6.095,01.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.086,13 – 6.131,63. Adapun pada perdagangan Rabu (5/12), IHSG ditutup melemah 0,32% atau 19,74 poin ke level 6.133,12.

Sebanyak 146 saham menguat, 234 saham melemah, dan 238 saham stagnan dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang masing-masing melemah 2,70% dan 1,06% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada akhir sesi I.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG melemah pada perdagangan siang ini, didorong sektor aneka industri yang melemah 2,3% dan perdagangan yang turun 1,41%.

Di sisi lain, sektor infrastruktur dan industri dasar yang masing-masing menguat 0,08%% dan 0,14% menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

IHSG melemah setelah bursa saham Asia merosot karena minat investor terhadap aset berisiko kembali turun, setelah sempat meningkat menyusul harapan pada pembicaraan AS-China.

Dilansir Bloomberg, sentimen negatif bertambah menyusul penangkapan chief financial officer Huawei Technologies Co., Meng Wanzhou di Kanada atas dugaan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran.

Meng Wanzhou, yang juga putri dari pendiri perusahaan teknologi ternama asal China tersebut ditangkap pada 1 Desember dan akan menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat (AS).

"Kami sudah memiliki masalah perdagangan, dan sekarang sentimen lain yang menekan," kata Steven Leung, direktur eksekutif di UOB Kay Hian (Hong Kong) Ltd, seperti dikutip Bloomberg.

"Sebelumnya, pasar masih memiliki beberapa sejumlah optimisme bahwa akan ada periode pendinginan dari perang dagang, tapi sekarang hal tersebut hilang,” lanjutnya.

Seluruh indeks saham Asia Tenggara melemah, dengan indeks FTSE Straits Times Singapura turun 1,19%, indeks indeks FTSE Malay KLCI melemah 0,63%, indeks SE Thailand turun 1,19%, sedangkan indeks PSEi Filipina melemah 0,85%.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing melemah 2,22% dan 2,53%, sedangkan indeks Hang Seng dan Shanghai Composite melemah masing-masing 2,69% dan 1,58%.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top