IHSG Tergelincir, Saham Ini Selamatkan Indeks di Level Psikologis 6.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pergerakannya di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (5/12/2018), di tengah pelemahan bursa saham global.
Renat Sofie Andriani | 05 Desember 2018 18:01 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pergerakannya di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (5/12/2018), di tengah pelemahan bursa saham global.

IHSG berakhir turun 0,32% atau 19,74 poin di level 6.133,12, tergelincir dari level penutupan tertingginya sejak 24 April yang dibukukan pada perdagangan Selasa (4/12/2018) di level 6.152,86.

Pergerakan IHSG mulai tergelincir ke zona merah setelah dibuka dengan pelemahan 0,90% atau 55,22 poin di level 6.097,64. Meski berakhir terkoreksi, IHSG mampu mengikis sebagian pelemahannya pagi tadi dan mempertahankan posisinya di kisaran level 6.100.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.064,83 – 6.133,12.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di teritori negatif, dipimpin sektor aneka industri (-1,71%) dan properti (-0,78%). Adapun sektor industri dasar dan pertanian masing-masing mampu menguat 1,70% dan 1,61%.

Dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 171 saham menguat, 236 saham melemah, dan 211 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 2,35% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang turun 1,62% menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG pada akhir perdagangan hari ini.

Investor asing kembali mencatat aksi jual bersih atau net sell pada perdagangan hari ini, setelah sempat membukukan net buy lebih dari Rp1,6 triliun pada perdagangan Selasa (4/12). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan net sell sebesar Rp709,16 miliar pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfaa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang masing-masing naik tajam 9,68% dan 10,80% menjadi pendorong utama sekaligus membantu membatasi koreksi IHSG hari ini.

Laba untuk para peternak ayam di Indonesia diperkirakan akan menjadi lebih baik pada kuartal keempat tahun ini relatif terhadap kuartal sebelumnya.

“Hal itu seiring dengan kuatnya harga ayam DOC (day old chicken) yang dapat membantu produsen mempertahankan margin akibat kenaikan biaya jagung,” terang Fahressi Fahalmesta, seorang analis di Ciptadana Sekuritas Asia, seperti dikutip Bloomberg.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 mampu mengikis pelemahannya dan ditutup turun 0,46% atau 2,57 poin di level 553,18, setelah mulai tergelincir ke zona merah dengan dibuka melorot 1,28% atau 7,13 poin di level 548,62.

Indeks saham lainnya di Asia terpantau juga melemah sore ini, di antaranya indeks PSEi Filipina (-0,95%), indeks FTSE KLCI Malaysia (-0,40%), dan indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,37%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup turun 0,53%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir melemah 0,62%. Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China ditutup melemah 0,61% dan 0,48% masing-masing, diikuti indeks Hang Seng Hong Kong yang berakhir merosot 1,62%.

Dilansir dari Reuters, bursa saham global terjungkal ke level terendahnya dalam satu pekan pada hari ini, saat penurunan imbal hasil obligasi AS bertenor jangka panjang dan berlanjutnya kekhawatiran perdagangan memicu keresahan penurunan di negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS).

Aktivitas perdagangan pasar saham AS hari ini ditiadakan untuk menghormati mangkatnya mantan Presiden George H.W. Bush.

Namun, efek dari pelemahan tajam di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa (4/12), dengan tiga indeks saham utamanya anjlok lebih dari 3% masing-masing, dirasakan di Asia dan Eropa. Indeks MSCI all country pun turun hampir setengah persen.

Penurunan ini terjadi hanya sehari setelah lonjakan pasar saham pada awal pekan ini yang didorong optimisme bahwa China dan AS akan menyelesaikan konflik perdagangan mereka.

Akan tetapi, pada Selasa (4/12) waktu setempat Presiden Donald Trump kembali mengancam pemberlakuan tarif pada impor China jika pemerintahannya gagal mencapai kesepakatan perdagangan yang efektif dengan Tiongkok.

“Ketika saya melihat tahun depan, sebagian besar ekspektasi untuk kenaikan lebih lanjut telah menyurut kembali,” kata Paul O'Connor, kepala multi-aset di Janus Henderson.

Komentar Trump, di samping penurunan bursa saham AS dan imbal hasil obligasi, turut menekan bursa saham Asia selain Jepang melorot 1,5% pada perdagangan hari ini.

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

ASII

-2,35

BBRI

-1,62

BMRI

-0,98

UNVR

-0,57

ACES

-6,88

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

CPIN

+9,68

JPFA

+10,80

GGRM

+1,06

INPP

+22,64

MABA

+19,50

Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top