‘Gencatan Senjata’ Perang Dagang Lemahkan Dolar AS, Fokus Beralih ke The Fed

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,236 poin atau 0,24% ke level 96,804 pada pukul 10.49 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Desember 2018 11:16 WIB
Dollar AS. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Selasa (4/12/2018), karena mencairnya ketegangan perdagangan antara AS dan China mendukung kepercayaan investor.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,236 poin atau 0,24% ke level 96,804 pada pukul 10.49 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka terdepresiasi 0,1% atau 0,093 poin ke level 96,947, setelah pada perdagangan Senin (3/12) ditutup melemah 0,232 poin atau 0,24% poin ke level 97,040.

Dilansir Reuters, mata uang seperti dolar Australia dan yuan Cina, yang tertekan oleh perang perdagangan China-AS, diperkirakan akan tetap kuat dalam beberapa minggu mendatang seiring meningkatnya sentimen investor.

"Untuk saat ini, tampaknya China telah mendapatkan yang terbaik dari G20 dan kami berharap yuan dan dolar Australia tetap didukung," kata Nick Twidale, chief operating officer di Rakuten Securities, seperti dikutip Reuters.

Namun, Twidale memperingatkan bahwa pasar masih perlu melihat pelonggaran lebih lanjut dalam ketegangan perdagangan agar reli aset berisiko tetap berkesinambungan.

Kepercayaan investor di pasar mata uang telah didukung oleh kesepakatan pada Sabtu antara Washington dan Beijing pada KTT G20 di Argentina yang menyerukan gencatan tarif perdagangan dalam 90 hari ke depan.

Dolar Australia menguat tipis di perdagangan Asia. Reserve Bank of Australia mengadakan pertemuan kebijakannya hari ini, yang diharapkan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Sementara itu, dolar AS melemah 0,16% terhadap yuan offshore ke level 6,8631. Pada hari Senin, dolar AS melemah 1,07%, persentase pelemahan tertajam sejak 25 Agustus.

Analis saat ini memperkirakan fokus pasar beralih dari masalah perdagangan ke kebijakan moneter Federal Reserve AS.

Untuk sebagian besar tahun 2018, dolar telah didukung oleh ekonomi AS yang kuat dan Fed yang relatif hawkish, yang secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada akhir bulan ini.

Pasar telah memperkirakan probabilitas 87% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 18-19 Desember mendatang.

Dolar AS sempat tertekan pekan lalu menyusul komentar Gubernur The Fed Jerome Powell yang bernada dovish dan mengisyaratkan perlambatan laju kenaikan suku bunga.

Tag : dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top