Masih di Jalur Uptrend, IHSG Lanjutkan Penguatan di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,36% atau 22,12 poin ke level 6.140,44 pada pukul 9.17 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan tipis 0,01% atau 0,31 poin di posisi 6.118,63.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Desember 2018 09:59 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Selasa (4/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,36% atau 22,12 poin ke level 6.140,44 pada pukul 09.17 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan tipis 0,01% atau 0,31 poin di posisi 6.118,63.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.118,63 – 6.143,31. Adapun pada perdagangan Senin (3/12), IHSG ditutup menguat 1,03% atau 62,20 poin ke level 6.118,32.

Sebanyak 138 saham menguat, 69 saham melemah, dan 411 saham stagnan dari 618 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang masing-masing menguat 1,45% dan 1,08% menjadi penopang utama terhadap pergerakan IHSG pagi ini.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG menguat pada perdagangan pagi ini, dipimpin sektor finansial yang naik 0,89% dan sektor industri dasar yang menguat 0,78%.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan pergerakan IHSG lebih lanjut, didorong oleh sektor aneka industri yang melemah 0,73%.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis 27 melaju di zona hijau dengan penguatan 0,63% atau 3,43 poin ke level 553,53 pada pukul 9.19 WIB, setelah dibuka menguat 0,03 poin atau 0,01% ke level 550,12.

Setelah menguat lebih dari 1% pada akhir perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi memasuki fase jenuh dan dibayangi koreksi jangka pendek pada Selasa (4/12).

Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan secara teknikal IHSG tepat menyentuh level FR161,8% sebagai target Wave 3 secara ideal. Pola candlestick pun membentuk pola northern star dengan indikasi terkoreksi jangka pendek menguji MA200.

“Indikator stokastik bergerak jenuh dengan momentum jenuh indikator RSI sehingga diperkirakan IHSG akan terkoreksi jangka pendek dengan support dan resistance 6.038—6.155,” ungkap Lanjar.

Sementara itu, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG terlihat masih berupaya melanjutkan penguatan jangka pendek.

Dia mengatakan dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend.

Menurutnya hal ini tentunya masih dapat menjadi pedoman bagi investor bahwa peluang untuk meraih capital gain dalam investasi jangka panjang masih terbuka lebar.

“IHSG akan menguat dengan rentang pergerakan 5.955—6.226,” ungkapnya.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top