Bursa Asia Menguat, IHSG Rebound di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,89% atau 53,62 poin ke level 6.109,74 pada pukul 9.19 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 1,02% atau 61,94 poin di posisi 6.118,06.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Desember 2018 09:39 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

 Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (3/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,89% atau 53,62 poin ke level 6.109,74 pada pukul 09.19 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 1,02% atau 61,94 poin di posisi 6.118,06.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.101,74 – 6.143,72. Adapun pada perdagangan Jumat (30/11), IHSG ditutup melemah 0,84% atau 51,04 poin ke level 6.056,12.

Sebanyak 173 saham menguat, 68 saham melemah, dan 377 saham stagnan dari 618 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing menguat 3,31% dan 3,04% menjadi penopang utama terhadap pergerakan IHSG.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG menguat pada perdagangan pagi ini, dipimpin sektor finansial yang naik 1,36% dan tambang yang menguat 1,35%. Adapun sektor perdagangan tercatat melemah 0,07%.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis 27 melaju di zona hijau dengan penguatan 1,08% atau 5,92 poin ke level 551,65 pada pukul 09.20 WIB, setelah dibuka rebound 7,94 poin atau 1,46% ke level 553,67.

Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa saham Asia yang menguat pada perdagangan pagi ini setelah para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan China memutuskan untuk 'gencatan senjata' perihal konflik perdagangan mereka.

Berdasarkan data Reuters, indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang naik 0,6%, sedangkan indeks Nikkei Jepang menguat 0,9% ke level tertingginya dalam enam pekan.

“Pasar dibuka dengan dorongan spontan terhadap daya tarik aset berisiko, tetapi waktu akan menunjukkan bagaimana bertahannya optimisme itu nanti,” kata ekonom ANZ, Jo Masters, seperti dikutip Reuters.

“Tapi untuk saat ini, kedua belah pihak bisa mengklaim kemenangan.”

Pemerintah China dan AS sepakat untuk menghentikan pengenaan tarif tambahan dalam sebuah kesepakatan yang menghindari semakin memanasnya perang dagang.

Kedua pihak mencoba kembali berupaya untuk menjembatani perbedaan mereka dengan pembicaraan-pembicaraan baru yang bertujuan mencapai kesepakatan dalam 90 hari.

Sementara itu, Indosurya Sekuritas memprediksi potensi kenaikan IHSG makin membesar di bulan akhir 2018 dengan pergerakan di level 5.955 - 6.226.

Vice President Research Departmen William Surya Wijaya mengatakan mengawali bulan terakhir di tahun 2018, IHSG terus memperlihatkan potensi kenaikan yang semakin membesar di tengah capital inflow yang terlihat masih akan terus berlangsung hingga penghujung tahun 2018.

Menurutnya, rilis data perekonomian inflasi yang disinyalir masih dalam kondisi terkendali akan turut memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top