Pasar Yakin Permintaan Naik, Harga CPO Terkerek

Harga minyak kelapa sawit mentah menghentikan penurunan harga selama 3 hari beruntun karena adanya optimisme akan perbaikan jumlah permintaan bersama dengan adanya spekulasi bahwa jumlah cadangan dari produsen teratas dunia akan menurun lebih cepat dari ekspektasi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 November 2018  |  13:19 WIB
Pasar Yakin Permintaan Naik, Harga CPO Terkerek
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah menghentikan penurunan harga selama 3 hari beruntun karena adanya optimisme akan perbaikan jumlah permintaan bersama dengan adanya spekulasi bahwa jumlah cadangan dari produsen teratas dunia akan menurun lebih cepat dari ekspektasi.

Pengelola Penjualan di Okachi Malaysia Marcello Cultrera mengatakan bahwa pasar akan mendapat dorongan dari permintaan yang membaik dalam beberapa pekan terakhir, dengan mayoritas melakukan pembelian minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk dikirimkan pada Desember dan April–September tahun depan.

“Para pelaku pasar saat ini juga tengah menilai jumlah cadangan pasokan CPO di Indonesia dan Malaysia. Banyak yang berspekulasi bahwa jumlah cadangan CPO di kedua negara tersebut akan menyusut lebih cepat dari perkiraan pada akhir tahun, dibandingkan dengan ekspektasi awal,” ungkapnya, dilansir dari Bloomberg, Rabu (28/11/2018).

Cultrera menambahkan bahwa saat ini masih ada ketidakpastian pasar, dengan sejumlah trader yang masih mengawasi hasil pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping terkait dengan hubungan dagang.

Jumlah pasokan CPO di Malaysia kemungkinan segera menyusut. CEO IOI Yeow Chor Lee mengatakan bahwa cadangan CPO Malaysia akan memuncak hingga mencapai 2,9 juta ton pada Desember, kemudian turun pada Januari.

Selain itu, industri domestik CPO Indonesia akan melambat bersamaan dengan ekspor karena kurangnya insentif untuk memproduksi produk derivatif.

Pada perdagangan Rabu (28/11), harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia (MDE) mengalami kenaikan 22 poin atau 1,12% menjadi 1.988 ringgit per ton dan membukukan penurunan harga hingga 25,53% sepanjang 2018.

Untuk harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of rade (CBOT) mengalami kenaikan 0,21 poin atau 0,77% menjadi US$27,60 sen per pon dan tercatat turun harga hingga 17,20% secara year-to-date (ytd).

Harga CPO terdiskon dari bensin hinga mencapai sekitar US$101 per ton, menjulang dibandingkan dengan diskon sebesar US$58 per ton pada periode yang sama tahun lalu. Adapun, minyak kedelai premium di hadapan CPO hingga sekitar US$135 per ton dibandingkan dengan premium sebesar US$92 per ton pada tahun lalu.

Selain itu, harga minyak kelapa sawit murni untuk kontrak teraktif Januari 2019 di Dalian Commodity Exchange mengalami kenaikan tipis 0,4% menjadi 4.144 yuan per ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup