Mirae Asset Sekuritas: Pernyataan Dovish The Fed Akan Dorong Penguatan SUN

Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder pada perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018) secara umum akan menguat.
Emanuel B. Caesario | 29 November 2018 09:45 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder pada perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018) secara umum akan menguat.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen positif utama bagi pergerakan harga SUN pada hari ini adalah pernyataan cenderung dovish dari Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa level Suku Bunga Acuan The Fed (FFR) sedikit berada di bawah level netralnya. 

Hal tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Jerome Powell Oktober lalu yang mengungkapkan bahwa level FFR masih jauh di bawah level netralnya. 

Pernyataan tersebut, mengubah tren pergerakan yield US Treasury dan indeks dolar AS yang sempat meningkat pada perdagangan global semalam sebagai antisipasi pasar jika Powell memberikan sentimen hawkish. 

Yield US Treasury 10 tahun yang sempat berada di kisaran 3,06% pada akhirnya turun ke level 3,05% sedangkan indeks dolar AS juga mengalami penurunan ke kisaran 96,80 dibandingkan level sebelum pernyataan dovish Powell di kisaran 97,37. 

Pernyataan dovish dari Powell juga berpengaruh terhadap tingkat probabilitas kenaikan FFR di tahun depan di mana probabilitas kenaikan FFR, berdasarkan CME Fedwatch Tool,  sebanyak 3 kali (ke level 2,75% - 3,00%) di tahun depan turun sedangkan probabilitas kenaikan FFR hanya sebanyak 2 kali saja (ke level 2,50% – 2,75%) meningkat. 

Meski demikian, pasar masih menganggap kenaikan FFR masih akan terjadi pada Desember tahun ini (4 kali di tahun ini ke level 2,25% - 2,50%) yang didorong oleh masih robustnya pertumbuhan ekonomi AS. 

Data pertumbuhan ekonomi AS per kuartal III-2018, untuk estimasi awal kedua, tercatat sebesar 3,5% (QoQ) atau sesuai dengan ekspektasi pasar dan di atas pola seasonality di periode yang sama dalam 3 tahun terakhir.

"Didasarkan pada proyeksi masih berlanjutnya tren kenaikan harga SUN utamanya merespon tren penurunan harga minyak mentah dunia ditambah dengan sentimen positif dari pernyataan dovish Powell maka kami masih merekomendasikan investor untuk membeli seri-seri likuid seperti FR0063, FR0064, FR0065, FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075," katanya dalam riset harian, Kamis (29/11/2018).

Sementara untuk beberapa seri yang tidak terlalu likuid, tetapi yield yang ditawarkan masih menarik untuk dikoleksi di antaranya FR0052, FR0073, FR0074, FR0068, dan FR0076.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga seri-seri SUN yang tergolong likuid hari ini [harga (yield)]:


FR0063 (15 Mei 2023): 91,70 (7,87%) - 92,20 (7,72%)

FR0077 (15 Mei 2024): 100,80 (7,94%) - 101,50 (7,78%)

FR0064 (15 Mei 2028): 88,50 (7,87%) - 88,90 (7,81%)

FR0078 (15 Mei 2029): 101,70 (8,01%) - 102,50 (7,89%)

FR0065 (15 Mei 2033): 87,00 (8,17%) - 87,80 (8,07%)

FR0072 (15 Mei 2036): 99,20 (8,34%) - 99,90 (8,26%)

FR0075 (15 Mei 2038): 92,50 (8,28%) - 93,00 (8,23%).


Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.420 – Rp14.500 dengan kecenderungan menguat.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top