MNC Sekuritas: Kenaikan SUN Ditopang Redanya Tekanan Terhadap Rupiah

Pada perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018), MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara berpotensi untuk mengalami kenaikan yang diperkirakan akan didukung oleh meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah seiring dengan pelemahan mata uang dolar Amerika terhadap mata uang utama dunia.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 29 November 2018  |  08:26 WIB
MNC Sekuritas: Kenaikan SUN Ditopang Redanya Tekanan Terhadap Rupiah
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Pada perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018), MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara berpotensi untuk mengalami kenaikan yang diperkirakan akan didukung oleh meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah seiring dengan pelemahan mata uang dolar Amerika terhadap mata uang utama dunia.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa pelaku pasar masih akan mencermati disampaikannya notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika (FOMC Minutes) pada hari Jumat waktu setempat.

"Menjelang berakhirnya sesi perdagangan di bulan November, kami perkirakan pelaku pasar juga akan berusaha untuk menjaga kinerja portofolionya, sehingga akan menyebabkan pergerakan harga Surat Utang Negara akan cenderung menguat," katanya dalam riset harian, Kamis (29/11/2018).

Made mengatakan, adanya koreksi harga Surat Utang Negara dapat dimanfaatkan oleh investor yang ingin menempatkannya dananya di Surat Berharga Negara untuk mulai melakukan pembelian secara bertahap.

Beberapa seri Surat Berharga Negara cukup menarik untuk dicermati apabila harga Surat Berharga Negara kembali mengalami penurunan, di antaranya adalah sebagai berikut : FR0053, FR0061, FR0043, FR0070, FR0073, FR0054, FR0058, FR0068, FR0072 dan FR0045.

Imbal hasil SUN pada perdagangan Rabu, 28 November 2018, ditutup dengan kecenderungan mengalami kenaikan didorong oleh aksi jual oleh investor memanfaatkan momemtum pelemahan nilai tukar Rupiah.

Sempat dibuka dengan kecenderungan penurunan, imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin ditutup dengan kecenderungan mengalami kenaikan berkisar antara 3 bps hingga 9 bps dengan rata - rata mengalami kenaikan sebesar 5 bps.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin kembali ditutup dengan mengalami pelemahan, sebesar 14,00 poin (0,10%) ke level Rp14.529 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.520,50 hingga Rp14.545 per dolar AS.

Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun masing - maisng ditutup di level 3,048% dan 3,34% merespons pidato dari Gubernur Bank Sentral Amerika yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga acuan sedikit di bawah kondisi netral, yang mengindikasikan bahwa masih ada peluang kenaikan suku bunga acuan namun dengan tetap memperhatikan beberapa indikator ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top