Rupiah Kokoh di Kisaran Level 14.300, IHSG Dekati 6.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya sekaligus beranjak mendekati level 6.100 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 29 November 2018 13:22 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi IHSG, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya sekaligus beranjak mendekati level 6.100 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 1,47% atau 87,94 poin ke level 6.079,18 pada akhir sesi I, setelah rebound ke zona hijau dengan dibuka naik 0,66% atau 39,49 poin di level 6.030,74.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.029,66 – 6.084,43. Adapun pada perdagangan Rabu (28/11), IHSG berakhir melemah 0,37% atau 22,34 poin di posisi 5.991,25.

Seluruh sektor bergerak di zona hijau, dipimpin sektor properti (+2,41%), konsumer (+2,19%), dan industri dasar (+2,09%).

Sebanyak 242 saham menguat, 115 saham melemah, dan 261 saham stagnan dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 4,20% dan 1,94% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG pada akhir sesi I.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas ikut menguat siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,80%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,88%), indeks SE Thailand (+0,27%), dan indeks PSEi Filipina (+1,03%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,43% dan 0,37%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,06%.  

Meski demikian di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 tergelincir ke zona merah dengan masing-masing turun 0,34% dan 0,38% pada pukul 12.31 WIB.

Dilansir dari Reuters, penguatan bursa Asia mengikuti lonjakan di bursa Wall Street AS, setelah Gubernur Federal Reserve AS menyampaikan pernyataan yang dilihat oleh investor sebagai indikasi akhir siklus pengetatan suku bunga, sehingga meningkatkan minat terhadap aset berisiko.

Pada perdagangan Rabu (28/11), ondeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 617,7 poin atau 2,5% ke level 25,366.43, indeks Standard & Poor’s 500 naik 61,61 poin atau 2,30% ke 2,743.78,dan Nasdaq Composite menguat 208,89 poin atau 2,95% ke 7.291,59.

Namun, penguatan dalam pasar saham di Asia dibayangi keresahan investor menjelang pembicaraan perdagangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di ibu kota Argentina, Buenos Aires, pada Sabtu malam (30/11) waktu setempat.

Para ekonom di ANZ menunjukkan bahwa pandangan di dalam pemerintahan Trump yang menginginkan agar pemerintah AS mengambil sikap keras terhadap China tampak mendominasi.

“Mereka akan menginginkan beberapa konsesi dari China, paling tidak dari apa yang mereka rasakan adalah tentang pencurian kekayaan intelektual dan pemindahan teknologi,” tulis para ekonom ANZ.

“Dengan demikian, tampaknya prospek pertemuan Trump-Xi yang berakhir tanpa resolusi berkelanjutan terhadap perbedaan mereka relatif tinggi.”

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau lanjut menguat 185 poin atau 1,27% ke level Rp14.344 per dolar AS siang ini, setelah rebound dengan dibuka terapresiasi 64 poin atau 0,44% di level Rp14.465 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.339-Rp14.465 per dolar AS.

 

Tag : IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top