Dolar AS Kokoh, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.529

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 14 poin atau 0,1% di level Rp14.529 per dolar AS, setelah pada perdagangan hari bergerak di kisaran Rp14.521-Rp14.545 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 November 2018 17:34 WIB
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 14 poin atau 0,1% di level Rp14.529 per dolar AS, setelah pada perdagangan hari bergerak di kisaran Rp14.521-Rp14.545 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah sebelumnya dibuka melemah 19 poin atau 0,13% di level Rp14.534 per dolar AS setelah pada perdagangan Selasa (27/11) berakhir terdepresiasi 0,28% atau 40 poin di level Rp14.515 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah seiring dengan sebagian besar mata uang emerging markets di Asia lainnya di tengah kekhawatiran bahwa AS akan gagal untuk membuat kemajuan dalam sengketa perdagangan mereka pada pertemuan pekan ini.

“Rekonsiliasi perdagangan antara AS dan China tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat dan bahkan negara-negara G20 tidak dapat menyelesaikan masalah,” kata Sekretariat Kabinet Indonesia dalam pernyataan, seperti dikutip Bloomberg.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berjanji untuk mempertahankan kebijakan preemptive hingga tahun 2019 guna menjaga stabilitas ekonomi.

"Pada 2019, kebijakan suku bunga akan ditujukan untuk memastikan tingkat inflasi yang terkendali dan nilai tukar yang stabil sejalan dengan fundamental rupiah," kata Perry.

Rupiah melemah di saat mayoritas mata uang lainnya Asia juga melemah hari ini, dipimpin oleh ringgit Filipina yang melemah 0,19%. Adapun rupee India menguat paling tajam sebesar 0,25%.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,03% atau 0,026 poin ke level 97,395 pada pukul 17.08 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,002 poin di level 97,371, setelah pada perdagangan Selasa (27/11) berakhir menguat 0,3% atau 0,295 poin di posisi 97,369.

Dolar AS mampu mempertahankan momentum penguatannya pada perdagangan pagi ini setelah seorang pejabat senior Federal Reserve menegaskan kembali perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dilansir dari Reuters, dolar AS telah berada di bawah tekanan baru-baru ini akibat tanda-tanda bahwa bank sentral AS tersebut mungkin memperlambat laju kenaikan suku bunganya di masa mendatang di tengah perlambatan pertumbuhan global serta kekhawatiran tentang perdagangan dunia, investasi, dan kinerja keuangan perusahaan.

Namun, pada Selasa (27/11) Wakil Gubernur Federal Reserve, Richard Clarida, mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut meskipun ia mengatakan jalur pengetatan akan bergantung pada data ekonomi.

Menurutnya, pemantauan data ekonomi telah menjadi sesuatu hal yang bersifat lebih kritis seiring dengan mendekatnya The Fed pada tingkat netral.

“Komentar Clarida pasti bergantung pada hawkishness, kami memperkirakan The Fed akan tetap konsisten dan menyesuaikan kebijakan moneter sesuai dengan data ekonomi yang masuk yang sejauh ini cukup kuat,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan APAC di Oanda.

“Kami memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember dan sebanyak 3 kali pada 2019.”

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top