Mirae Asset Sekuritas: SUN Seri Acuan Cenderung Akan Melemah

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder pada perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018) secara umum diproyeksi bervariasi dengan kecenderungan melemah utamanya seri benchmark.
Emanuel B. Caesario | 28 November 2018 09:31 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder pada perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018) secara umum diproyeksi bervariasi dengan kecenderungan melemah utamanya seri benchmark.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa proyeksi bervariasinya pergerakan harga SUN pada hari ini didorong oleh dorongan penurunan yield SBN (naiknya harga SBN) akibat pergerakan terlambat (lagging) merespon tren penurunan harga minyak mentah dunia sejauh ini.

Namun demikian, sentimen positif tersebut diiringi dengan dominannya sentimen negatif dari global.

Kurang lebih terdapat empat sentimen negatif global yaitu pertama, pernyataan cenderung bias Wakil Gubernur The Fed, Richard Clarida, yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga acuan The Fed (FFR) telah mendekati level netralnya, tetapi tetap mengindikasikan perlunya kontinuitas normalisasi FFR.

Kedua, ketidakpastian terkait dengan isu perang dagang utamanya antara AS dengan Tiongkok setelah Trump mengindikasikan kecilnya kemungkinan untuk menunda kenaikan tarif impor produk Tiongkok senilai $200 miliar dari 10% ke kisaran 20%.

Namun pernyataan Trump kemarin diimbangi dengan optimisme dari Penasihat Ekonomi Trump, Larry Kudlow, yang menyatakan adanya kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan internasional dengan Tiongkok.

Penentuan ada tidaknya kesepakatan antara AS dengan Tiongkok akan tergantung pada pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dalam G20 summit di Argentina Jumat ini.

Sementara sentimen negatif ketiga, berasal dari perkembangan Brexit di mana terdapat pertentangan dari Parlemen Inggris terkait draft kesepakatan Brexit meski sebelumnya draft perjanjian tersebut sudah disepakati oleh Parlemen UE.

Hal tersebut, pada akhirnya memicu melemahnya mata uang poundsterling sebesar 0,50% terhadap dolar AS ke level £0,78. Adapun, sentimen negatif global terakhir, berasal dari perkembangan rancangan APBN Italia 2019 di mana update terakhir menunjukkan bahwa pemerintah Italia akan tetap menjalankan rencana fiskal ekspansif pada 2019 sekaligus mengeliminir indikasi adanya pemotongan target defisit fiskal di tahun 2019 yang pada akhirnya membuat Euro terdepresiasi terhadap dolar AS sebesar 0,36% ke level €0,89.

Bauran sentimen negatif global tersebut, membuat CBOE Volatility Index (VIX) naik tipis sebesar 0,63% ke level 19,02 poin, sedangkan indeks dolar AS meningkat ke kisaran 97,37 poin (sebelumnya 97,07). Sementara itu, yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun relatif stagnan di kisaran 3,06% (sebelumnya 3,05%).

Dhian mengatakan, didasarkan pada proyeksi bervariasinya harga SUN dengan kecenderungan mengalami pelemahan pada hari ini di tengah tren penurunan yield SBN, merespons tren penurunan harga minyak mentah dunia, dirinya merekomendasikan investor untuk membeli seri-seri likuid seperti FR0063, FR0064, FR0065, FR0077, FR0078, dan FR0075.

"Sementara untuk beberapa seri yang tidak terlalu likuid, tetapi yield yang ditawarkan masih menarik untuk dikoleksi di antaranya FR0052, FR0073, FR0074, FR0067, dan FR0076," katanya dalam riset harian, Rabu (28/11/2018).

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,60 (7,89%) - 92,00 (7,78%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,00 (7,95%) - 88,60 (7,85%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,00 (8,17%) - 87,60 (8,10%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,80 (8,36%) - 92,50 (8,28%)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.518 – Rp14.568 dengan kecenderungan melemah.

REVIEW (27 November 2018)
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0063: +2,70 bps to 91,96 (7,79%)
FR0064: +7,20 bps to 88,68 (7,84%)
FR0065: +44,30 bps to 87,72 (8,08%)
FR0075: +28,00 bps to 92,76 (8,25%)

YIELD OF GLOBAL BONDS
UST 2yr: +0,002 point to 2,83%
UST 5yr: +0,005 point to 2,89%
UST 10yr: +0,004 point to 3,06%
UST 30yr: +0,008 point to 3,32%
German Bund 10yr: -0,012 point to 0,35
UK Gilt 10yr: -0,018 point to 1,39%

CDS OF INDONESIA BONDS
CDS 2yr: +2,15% to 73,27
CDS 5yr: -0,12% to 149,01
CDS10yr: +1,67% to 227,57

CRUDE OIL PRICES
WTI: -0,14% to $51,56 per barrel
BRENT: -0,45% to $60,21 per barrel

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top