Mayoritas Sektor Melemah, IHSG Tergelincir pada Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu mempertahankan reboundnya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2018  |  13:04 WIB
Mayoritas Sektor Melemah, IHSG Tergelincir pada Sesi I
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu mempertahankan reboundnya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun 0,18% atau 10,62 poin ke level 6.002,97 pada akhir sesi I, setelah sempat rebound ke zona hijau dengan dibuka naik 0,23% atau 13,99 poin di level 6.027,58.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.998,95 – 6.030,90. Adapun pada perdagangan Selasa (27/11), IHSG berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,15% atau 9,19 poin di posisi 6.013,59.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor bergerak di zona merah, dipimpin sektor aneka industri dan pertanian yang masing-masing melemah 1,52% dan 1,30%. Adapun sektor tambang dan konsumer mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,47% dan 0,75% masing-masing sekaligus membatasi pelemahan IHSG.

Sebanyak 179 saham menguat, 171 saham melemah, dan 267 saham stagnan dari 617 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing turun 2,32% dan 2,08% menjadi penekan utama terhadap pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Analis Mirae Sekuritas, Tasrul Tanar menjelaskan secara teknikal IHSG bakal terkonsolidasi dengan kisaran pergerakan 5.983–6.042. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik namun sementara akan tertahan.

Demikian juga halnya pada periode weekly, indikator MFI optimized dan terlihat kenaikan mulai terbatas namun RSI optimized dan  stochastic optimized masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,042 dan support di 5,983. Cut loss level di 5,894.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas bergerak positif siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,20%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,01%), dan indeks SE Thailand (+0,34%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,51% dan 1,01%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,27%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 juga bergerak positif masing-masing dengan kenaikan 0,51% dan 1,01% pada pukul 11.59 WIB.

Dilansir dari Reuters, indeks saham utama China berhasil rebound di tengah harapan bahwa dukungan pemerintah untuk pasar saham di Tiongkok dapat mulai membuahkan hasil. Kendati demikian, fokus pasar tetap tertuju pada KTT G20 mendatang demi mendapatkan tanda-tanda berkurangnya tensi perang perdagangan.

Pada Selasa (27/11), penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump terbuka untuk mencapai kesepakatan tentang isu-isu perdagangan pada Sabtu malam (1/12) waktu setempat dengan Presiden China Xi Jinping.

Namun di sisi lain Trump juga siap untuk menaikkan tarif terhadap impor China jika tidak ada terobosan yang dicapai terkait perdagangan.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau lanjut melemah 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.534 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 40 poin atau 0,28% di level Rp14.515 per dolar AS pada Selasa (27/11).

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.525-Rp14.545 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top