Penguatan IHSG Menipis, Analis Yakin Indeks Bertahan di Level 6.000

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperkecil kenaikannya pada awal perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 November 2018 10:02 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperkecil kenaikannya pada awal perdagangan hari ini, Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik 0,14% atau 8,19 poin ke level 6.021,78 pada pukul 09.32 WIB, setelah rebound dengan dibuka menanjak 0,23% atau 13,99 poin di level 6.027,58.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.011,79 – 6.030,37. Adapun pada perdagangan Selasa (27/11), IHSG berakhir tergelincir ke zona merah dengan turun 0,15% atau 9,19 poin di posisi 6.013,59.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona hijau dengan support utama sektor tambang (+0,84%) dan konsumer (+0,64%). Sektor aneka industri yang melemah 0,79% memimpin di antara koreksi empat sektor sekaligus menahan kenaikan lebih lanjut pada IHSG.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 1,39% dan 0,85% menjadi penopang utama terhadap pergerakan IHSG.

Sebaliknya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 1,19% dan 1,03% menjadi penekan utama terhadap IHSG.

IHSG diprediksi masih akan bergerak terkonsolidasi bertahan di level psikologis dengan rentang perdagangan di kisaran 5.957-6.060 pada perdagangan hari ini.

Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst  Reliance Sekuritas menjelaskan, sentimen global atas tarif perdagangan AS-China yang dispekulasikan hawkish membebani investor meskipun hasil pertemuan Bank Indonesia (BI) yang cenderung optimistis tentang outlook tahun 2019 dengan perkiraan Current Account yang tetap di level aman dan rupiah yang akan bergerak stabil.

Sentimen selanjutnya investor masih akan memantau harga-harga komoditas untuk mencari momen teknikal rebound setelah pertemuan OPEC yang kemungkinan besar akan kembali memangkas produksi guna mengurangi suplai.

“Investor juga akan mencermati perusahaan konstruksi melihat pembangunan akan terus dipercepat sebelum pemilu persiden 2019,” paparnya dalam riset yang diterima Bisnis.com.

IHSG secara teknikal masih bergerak bertahan di level 6000. Indikasi positif terbuka jika IHSG mampu break out resistance MA200 sebagai konfirmasi pola wave 3 yang memiliki target FR161.8% hingga kisaran level 6150-6200. Indikator Stochastic bergerak berpeluang menguat mendekati overbought meskipun Momentum indikator RSI bergerak jenuh dengan indikasi bearish momentum.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 ikut memperkecil pergerakannya dengan hanya naik 0,03% atau 0,18 poin ke level 542,55 pada pukul 09.32 WIB, setelah rebound dengan dibuka naik 0,41% atau 2,25 poin di posisi 544,62.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia bergerak variatif pagi ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (-0,27%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,18%), dan indeks PSEi Filipina (-0,08%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,14% dan 0,83%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,05%. Adapun di China, indeks Shanghai Composite turun 0,06% dan indeks CSI 300 naik 0,19%.

 

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top