Kurs Jisdor Menguat ke 14.504, Nilai Tukar Rupiah Tergelincir

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.504 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (27/11/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 November 2018  |  10:58 WIB
Kurs Jisdor Menguat ke 14.504, Nilai Tukar Rupiah Tergelincir
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.504 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (27/11/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.504 per dolar AS, menguat 47 poin atau 0,32% dari posisi Rp14.551 pada Senin (26/11).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.495 per dolar AS pada pukul 10.18 WIB.

Nilai tukar rupiah tergelincir melemah setelah pada perdagangan Senin (26/11) mampu berakhir menguat 0,47% atau 69 poin di level Rp14.475 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.485-Rp14.504 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau melemah 0,05% atau 0,044 poin ke level 97,030 pada pukul 10.15 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,045 poin atau 0,05% di level 97,029, setelah pada perdagangan Senin (26/11) berakhir menguat 0,16% atau 0,158 poin di posisi 97,074.

Dilansir dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan indeks dolar akan menguat ke level 97,0-97,1 terhadap sejumlah mata uang utama dunia seiring dengan menguatnya bursa saham di AS.

Pada perdagangan Senin (26/11), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 354,29 poin atau 1,46% di level 24.640,24, indeks Standard & Poor’s 500 naik 40,89 poin atau 1,55% di 2,673.45 dan Nasdaq Composite menguat 142,87 poin atau 2,06% di 7.081,85.

Kenaikan bursa saham di AS tersebut mendorong naiknya permintaan dolar AS di tengah pelemahan ekonomi sejumlah negara maju lainya seperti Eropa dan Inggris.

Adapun nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan menguat jelang kembalinya investor asing ke pasar obligasi Indonesia pasca dibatalkanya lelang di bulan Desember serta masih rendahnya harga minyak dunia.  

Harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Januari 2019 pagi ini terpantau turun 0,12% atau 0,06 poin ke level US$51,57 per barel pada pukul 10.28 WIB, sedangkan minyak Brent kontrak Januari 2019 naik 0,21% ke level US$60,61 per barel. 

"Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.440-Rp14.500 per dolar AS,” tulis Ahmad.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

27 November

14.504

26 November

14.551

23 November

14.552

22 November

14.592

21 November

14.618

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top