Mirae Asset Sekuritas: Penguatan Harga SUN Akan Terbatas

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder pada perdagangan hari ini, Selasa (27/11/2018) secara umum diperkirakan kembali melanjutkan penguatan meski terbatas.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 27 November 2018  |  09:15 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Penguatan Harga SUN Akan Terbatas
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder pada perdagangan hari ini, Selasa (27/11/2018) secara umum diperkirakan kembali melanjutkan penguatan meski terbatas.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa yield SUN diproyeksi masih dalam tren penurunan seiring dengan pergerakan terlambat (lagging) merespons tren penurunan harga minyak mentah dunia sejauh ini.

Selain itu, adanya kemungkinan penurunan target defisit APBN Italia di tahun 2018 dan turunnya CBOE Volatility Index (VIX) sebesar 12,17% ke level 18,90 poin, guna mengukur risiko pasar modal global, memberikan tambahan katalis positif bagi harga SUN di pasar sekunder hari ini.

Namun demikian, proyeksi kenaikan harga SUN dibatasi oleh isu perang dagang setelah Trump berencana untuk menaikkan tarif beberapa produk impor elektronik dari Tiongkok.

"Pada perdagangan hari ini, terkait dengan beberapa seri yang likuid kami menyarankan investor untuk membeli FR0063 dan FR0065. Di sisi lain, untuk beberapa seri likuid lainnya seperti FR0064, FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075 rekomendasi kami pada hari ini adalah netral atau wait and see," katanya dalam riset harian, Selasa (27/11/2018).

Sementara itu, meski tidak terlalu likuid, tetapi beberapa seri berikut masih menawarkan yield yang menarik untuk dikoleksi diantaranya FR0058, FR0074, FR0068, FR0067, dan FR0076.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,90 (7,81%) - 92,40 (7,67%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,00 (7,95%) - 88,70 (7,84%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,80 (8,07%) - 88,50 (7,98%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,30 (8,30%) - 93,00 (8,23%)

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.430 – Rp14.500 dengan kecenderungan menguat.

-REVIEW (26 November 2018)-


-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0063: +33,40 bps to 91,97 (7,79%)
FR0064: +7,60 bps to 88,59 (7,86%)
FR0065: +65,20 bps to 87,35 (8,13%)
FR0075: +31,90 bps to 92,48 (8,28%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: +0,021 point to 2,83%
UST 5yr: +0,018 point to 2,89%
UST 10yr: +0,013 point to 3,05%
UST 30yr: +0,009 point to 3,31%
German Bund 10yr: +0,021 point to 0,36%
UK Gilt 10yr: +0,029 point to 1,41%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: -3,19% to 71,73
CDS 5yr: -1,78% to 149,20
CDS10yr: -2,66% to 223,83

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: +2,40% to US$51,63 per barel
BRENT: +2,48% to US$60,48 per barel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top