IHSG Fluktuatif Pagi Ini, Analis Yakin Bertahan di Level 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 26 November 2018 09:59 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Senin (26/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik ke zona hijau dan naik 0,18% atau 10,89 poin ke level 6.017,09 pada pukul 09.28 WIB, setelah dibuka di zona merah dengan koreksi 0,14% atau 8,47 poin di level 5.997,73.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 5.997,73 – 6.025,99. Adapun pada perdagangan Jumat (23/11), IHSG mampu berakhir menguat 0,26% atau 15,39 poin di posisi 6.006,20, penguatan pada hari kedua.

Empat dari sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona hijau dengan support utama sektor industri dasar (+0,79%) dan finansial (+0,46%). Sektor tambang yang melemah 1,23% memimpin di antara koreksi lima sektor sekaligus menahan besarnya penguatan IHSG.

Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.000 pada perdagangan akhir pekan lalu akan menjadi bekal yang baik untuk menghadapi perdagangan pekan ini.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa konsistensi di atas level 6.000 akan menunjukkan seberapa besar potensi kenaikan IHSG pada akhir tahun ini.

Hari ini, aura positif datang dari direstuinya draf perjanjian perpisahan Uni Eropa (UE) dengan Inggris, setelah para pemimpin UE dan Inggris bertemu di Brussel, Belgia, pada akhir pekan lalu. Persetujuan ini mendapatkan respons positif dari 27 pemimpin UE dan memutuskan Inggris bercerai dengan UE pada 29 Maret 2019.

Para pelaku pasar dan investor juga akan menanti pembicaraan Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi di depan Parlemen Eropa di Brussel.

Gambaran lebih jelas mengenai rencana pengurangan quantitative easing dan kenaikan tingkat suku bunga pada tahun depan diharapkan dapat disampaikan. Pasalnya, gambaran yang lebih jelas akan membantu para pelaku pasar dan investor untuk menyusun strategi termasuk portfolio mereka pada tahun depan.

Beberapa sentimen yang dirasa cukup positif ini akan menjadi pendorong capital inflowdi Indonesia. Meskipun, puncak dari sentimen ini ada pada akhir pekan ini di mana Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bakal bertemu.

"Pergerakan pasar akan tergantung dari pertemuan kedua presiden ini. Hari ini, IHSG memiliki potensi menguat pada rentang support dan resistance di level 5.979-6.024," paparnya dalam riset.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 pagi ini berbalik ke zona hijau dan naik 0,26% atau 1,41 poin ke level 542,86 pada pukul 09.29 WIB, setelah berakhir menguat 0,25% atau 1,36 poin di posisi 541,45 pada Jumat (23/11).

Indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas juga menguat pagi ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,55%) dan indeks PSEi Filipina (+0,55%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,11% dan 0,60%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menanjak 1,02%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing naik 0,09% dan 0,22% pada pukul 09.14 WIB. 

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top