Tekanan Mereda, IHSG Menguat ke 5.987 Pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,66% atau 39,09 poin ke level 5.987,06pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan pelemahan 0,19% atau 11,39 poin di level 5.936,66.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 November 2018 13:03 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju di zona hijau hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (22/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,66% atau 39,09 poin ke level 5.987,06 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan pelemahan 0,19% atau 11,39 poin di level 5.936,66.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.936,66 – 5.993,84. Adapun pada perdagangan Rabu (21/11), IHSG ditutup melemah 0,95% atau 57,24 poin ke level 5.948,05.

Sebanyak 165 saham menguat, 187 saham melemah, dan 264 saham stagnan dari 616 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 2,62% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG pada akhir sesi I hari ini, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 1,51%.

Enam dari sembilan sektor pada IHSG menetap di zona hijau pada akhir sesi I, didorong sektor finansial yang menguat 1,30%, disusul sektor properti yang menguat 3,78%.

Di sisi lain, tiga sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, didorong sektor tambang yang turun 1,11%.

IHSG menguat di saat mayoritas indeks lainnya di kawasan Asia Tenggara juga bergerak menguat siang ini, dengan indeks indeks SE Thailand menguat 0,11%, indeks FTSE Straits Times Singapura menguat 0,1%, indeks FTSE Malay KLCI melemah 0,11%, dan indeks PSEi Filipina melemah 0,15%

Di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,66% dan 0,61%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan dan indeks Shanghai Composite melemah masing-masing 0,44% dan 0,44%.

tim riset PT Valbury Sekuritas Indonesia menilai ketidakpastian global dari konflik perang dagang dan kritikan Trump terhadap The Fed masih membayangi pergerakan pasar global. Kendati demikian potensi tekanan terhadap pasar sedikit mereda.

Sentimen domestik dari penerapan Undang-undang (UU) Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Paket Kebijakan Ekonomi XVI diharapkan dapat menarik modal asing dan investasi ke Indonesia dalam menghadapi situasi ekonomi global yang masih dalam tekanan dan perlambatan di tahun 2019.

Dari luar negeri, penyataan pemerintahan Trump  bahwa China telah gagal mengubah praktik perdagangan yang tidak adil terhadap AS dapat menambah ketegangan menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping pada akhir bulan ini. 

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top