Emiten Optimalkan Lini Jasa Kontraktor, ADHI & WIKA Tunggu Skema Pemerintah

Berita mengenai emiten pertambangan batu bara yang mengoptimalkan kinerja anak usaha serta ADHI & WIKA yang menunggu skema pemerintah terkait proyek kereta cepat menjadi berita utama media massa hari ini, Kamis (22/11/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 November 2018 09:04 WIB
Adhi Karya - jibi

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai emiten pertambangan batu bara yang mengoptimalkan kinerja anak usaha, serta ADHI & WIKA yang menunggu skema pemerintah terkait proyek kereta cepat menjadi berita utama media massa hari ini, Kamis (22/11/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Emiten Optimalkan Lini Jasa Kontraktor. Di samping memacu produksi pada kuartal IV/2018, sejumlah emiten pertambagan batu bara mengoptimalkan kinerja anak usaha di bidang jasa kontraktor untuk meningkatkan pundi-pundi pendapatan. (Bisnis Indonesia)

ADHI & WIKA Tunggu Skema Pemerintah. Dua emiten konstruksi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. masih menanti skema pemerintah terkait proyek kereta cepat Jakarta—Bandung dan light rail transit (LRT) Jabodebek yang pengerjaannya akan dihentikan sebagian dalam sementara waktu. (Bisnis Indonesia)

DIVA Gaet 15 Investor Strategis. Calon emiten sektor digital, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. telah mengantongi sedikitnya 15 investor utama atau anchor investor yang akan menyerap saham perseroan dalam penawaran umum perdana (IPO). (Bisnis Indonesia)

BRPT & BNBR Reprofi ling Utang. Akhir tahun ini menjadi momentum bagi PT Barito Pacifi c Tbk. (BRPT) dan PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) untuk melakukan reprofi ling utang perseroan, baik dengan melakukan refi nancing maupun restrukturisasi. (Bisnis Indonesia)

ACES Membukukan SSSG 13,2%. Emiten peritel, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. mencatatkan rata-rata pertumbuhan penjualan per toko (same store sales growth/SSSG) sebesar 13,2% hingga Oktober 2018 (Bisnis Indonesia)

AUTO Kerek Ekspor 10%. Emiten komponen otomotif PT Astra Otoparts Tbk. membidik kenaikan ekspor pada tahun ini dapat mencapai 10% dibandingkan dengan tahun lalu Rp1,24 triliun. (Bisnis Indonesia)

Alokasi Saham IPO DIVA Mayoritas bagi Institusi. PT Distribusi Voucher Nusantara berpotensi memberi jatah lebih banyak pada investor jangka panjang (institusi) ketimbang investor ritel. Perusahaan yang akan mencatatkan saham perdana pada 27 November 2018 ini akan melepas 214,28 juta saham, setara dengan 30% saham. Harganya Rp 2.950 per saham. (Kontan)

Bakrie & Brothers Pangkas 44% Utang. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melanjutkan restrukturisasi utang. Emiten ini bakal merestrukturisasi utang Rp 9,38 triliun. Nantinya, utang BNBR bakal berkurang 44% menjadi Rp 11,75 triliun, dari sebelumnya Rp 21,01 triliun. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top