Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diproyeksi Masih Cenderung Melemah

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder secara umum bergerak melemah pada perdagangan Rabu (21/11/2018).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 November 2018  |  09:45 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diproyeksi Masih Cenderung Melemah
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder secara umum bergerak melemah pada perdagangan Rabu (21/11/2018).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Dhian Karyantono mengatakan proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya risiko pasar modal global dan adanya lelang SUN pada hari ini.

Meningkatnya risiko pasar modal global tercermin dari kenaikan CBOE Volatility Index (VIX) sebesar 11,84% ke level 22,48 poin. Hal ini didorong oleh anjloknya bursa saham global, khususnya AS, pascapenurunan saham-saham teknologi dan energi.

Hal tersebut mendorong beralihnya minat investor ke beberapa aset safe haven seperti dolar AS dan US Treasury, yang pada akhirnya mendorong kenaikan indeks dolar AS ke kisaran 96,83 poin dari kisaran 96,19 poin. Sehingga, berpotensi membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada perdagangan hari ini dan membuat yield US Treasury 10 tahun cenderung bergerak stagnan di level 3,07% dari sebelumnya 3,06%.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penurunan setelah pada perdagangan terakhir harganya anjlok 5,87% ke level $53,43 per barel untuk kategori WTI dan sekitar 6,38% ke level $62,53 per barel untuk kategori Brent.

Hal ini disebabkan oleh sentimen negatif dari kenaikan produksi minyak mentah Libya di tengah kekhawatiran turunnya permintaan terhadap minyak mentah yang disebabkan oleh proyeksi melambatnya ekonomi global, khususnya Tiongkok.

"Berdasarkan analisis bahwa pergerakan harga minyak mentah dunia merupakan leading indicator bagi yield/harga SUN, di mana tren penurunan harga minyak mentah dunia sejauh ini belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan yield SUN, maka kami masih menyarankan investor untuk melakukan pembelian secara bertahap beberapa seri yang tergolong likuid seperti FR0063, FR0064, FR0077, FR0078, FR0065, FR0072, dan FR0075," paparnya dalam riset harian, Rabu (21/11).

Dhian melanjutkan ada juga beberapa seri yang menawarkan imbal hasil menarik meski tidak terlalu likuid, yakni FR0058, FR0067, dan FR0076.

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN, hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,20 (8,00%) - 91,70 (7,86%)
FR0064 (15 Mei 2028): 87,30 (8,07%) - 87,90 (7,97%)
FR0065 (15 Mei 2033): 85,65 (8,35%) - 86,35 (8,26%)
FR0075 (15 Mei 2038): 90,30 (8,53%) - 91,30 (8,42%)

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak melemah di rentang Rp14.593-Rp14.678.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top