Anak Usaha ADRO Kantongi Pinjaman US$350 Juta

Entitas anak PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang dimiliki 100%, PT Saptaindra Sejati (SIS) mengantongi pinjaman sebesar US$350 juta dari sindikasi 14 perbankan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 21 November 2018  |  13:31 WIB
Anak Usaha ADRO Kantongi Pinjaman US$350 Juta
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas anak PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang dimiliki 100%, PT Saptaindra Sejati (SIS) mengantongi pinjaman sebesar US$350 juta dari sindikasi 14 perbankan.

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira menyampaikan, anak perusahaan, yakni PT Saptaindra Sejati (SIS), telah mendapatkan fasilitas pinjaman bergulir dengan tenor dua tahun sebesar US$350 juta. Fasilitas itu berasal dari gabungan 14 bank yang sebagian besar adalah bank asing.

“Peruntukan dana tersebut  adalah untuk kebutuhan modal kerja dan belanja modal,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (19/11/2018).

Wanita yang akrab disapa Ira ini menuturkan, SIS merupakan perusahaan jasa pertambangan yang menyediakan serangkaian layanan untuk industri pertambangan batubara. Layanan tersebut berupa jasa kontrak pertambangan, pekerjaan sipil, pengembangan infrastruktur, dan logistik pertanahan.

Pada 9 bulan pertama 2018, SIS mencatat volume pengupasan lapisan penutup 160,19 juta bank cubic meter (bcm), naik 18% year-on-year (yoy). Dalam waktu yang sama, volume produksi meningkat 23% yoy menjadi 32,44 juta ton. 

Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional, kinerja keuangan perusahaan pun meningkat. Pendapatan SIS per September 2018 naik 36,57% yoy menjadi US$148,54 juta dari sebelumnya US$108,76 juta. Nilai itu mencakup 5,57% dari total pendapatan ADRO sejumlah US$2,66 miliar. 

Ira menuturkan, kontrak kerja SIS diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, baik dari Grup Grup Adaro maupun pihak ketiga. SIS berkomitmen untuk menyelesaikan kontrak tersebut sesuai target yang diharapkan.

Dalam laporan keuangan Adaro Energy per September 2018, tertulis pada 20 Agustus 2018 SIS mengadakan perjanjian fasilitas kredit sebesar US$350 juta dengan sindikasi bank internasional dan nasional.

Bank Mandiri bertindak sebagai agen fasilitas, sedangkan ADRO bertindak sebagai penjamin atas fasilitas pinjaman. Pinjaman revolving berakhir pada 20 Agustus 2020. Per September 2018, SIS sudah menarik pinjaman sebesar US$104,93 juta.

Sebelumnya, pada Desember 2015 SIS juga melakukan perjanjian fasilitas kredit sebesar US$200 juta dengan sindikasi bank internasional dan nasional. DBS Bank Limited menjadi agen fasilitas.

“Perjanjian fasilitas ini telah mengalami perubahan pada 23 Juni 2017,” tulis laporan.

Pinjaman itu terdiri dari pinjaman berjangka US$140 juta dan pinjaman revolving US$60 juta. Jatuh tempo pinjaman pada 21 Desember 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, adaro

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top