Kiwoom Sekuritas: Sentimen Global Jadi Fokus Penggerak IHSG

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan sentimen global masih menjadi fokus pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (21/11/2018).
Emanuel B. Caesario | 21 November 2018 10:07 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan sentimen global masih menjadi fokus pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (21/11/2018). 

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa penangkapan Carlos Ghosn, bos Nissan, membuat saham-saham sektor otomotif mengalami penurunan di Jepang. 

Ghosn ditangkap karena dugaan pemalsuan laporan gaji dan penggunaan uang perusahaan untuk tujuan pribadi. Dia pun akan dikeluarkan dari kursi dewan karena pemalsuan tersebut. 

Pada perdagangan Selasa (20/11), pasar saham AS juga mengalami penurunan ketika dibuka, menyusul prediksi buruknya kinerja peritel Target Corp dan Kohls Corp pada kuartal ini. Saham Apple juga turun akibat melemahnya permintaan iPhone.

Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) selama 29 tahun, negara-negara anggota gagal menyepakati pernyataan bersama. Hal ini diperkirakan menambah ketidakpastian ekonomi pada masa datang.

Tetapi, fokus utama sekarang adalah Brexit. Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May masih harus menghadapi ancaman mosi tidak percaya dari dalam negeri sebelum bisa memastikan bahwa draf kesepakatan antara Uni Eropa (UE) dengan Inggris bisa disetujui semua pihak.

Pelaku pasar pun tampaknya tidak lagi satu suara terhadap kenaikan suku bunga acuan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) tahun depan. Hal ini memperlihatkan bahwa investor mulai khawatir atas outlook ekonomi di kawasan Eropa. 

Konsensus pasar atas kenaikan suku bunga pertama kali ECB pada Desember 2019 telah turun dari 100% menjadi 95%. Penurunan ini merupakan akibat dari masih tingginya tensi antara Italia yang tidak mau merevisi proposal anggarannya untuk tahun depan.

Dalam proposal anggarannya, Italia menargetkan defisit tumbuh 2,4% terhadap PDB, angka yang sebetulnya masih dalam batas syarat UE yaitu sebesar 3%. 
Namun, masalahnya adalah Italia menolak untuk mengurangi pinjamannya. 

"Secara teknikal, IHSG berpotensi memiliki ruang koreksi dengan support dan resistance di level 5.973-6.036 pada hari ini," tutur Nico dalam riset harian, Rabu (21/11).

Pada Senin (19/11), IHSG ditutup melemah 7,05 poin atau 0,12% menjadi 6.005. Investor asing membukukan net buy di semua perdagangan saham sebesar Rp600,6 miliar. 

Sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah properti dengan kenaikan 0,79%, diikuti keuangan yang menguat 0,7%. Sementara itu, sektor dengan penurunan terbesar adalah infrastruktiur yang  terkoreksi 1,43% dan pertambangan yang melemah 1%.

Tag : prediksi ihsg
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top