Sinarmas Sekuritas: Indeks Lanjutkan Pelemahan

Sinarmas Sekuritas menyebutkan IHSG masih tertahan di zona pelemahan dalam perdagangan hari ini, Rabu (21/11).
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 November 2018  |  08:51 WIB
Sinarmas Sekuritas: Indeks Lanjutkan Pelemahan
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sinarmas Sekuritas menyebutkan IHSG masih tertahan di zona pelemahan dalam perdagangan hari ini, Rabu (21/11).

Tim analis Sinarmas Sekuritas mengatakan secara teknikal indeks hari Rabu (20/11), IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5.921-6.026.

Berikut sentimen penggerak IHSG

Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/11) seiring meningkatnya kekhawatiran terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi dan dampak dari perang dagang. Harga batubara stabil di level USD 102.30 per Mt.

Crude oil turun ke level USD 53.59 per barrel. Rupiah bergerak melemah terhadap Dollar AS ke level Rp 14.635. 10Yr Government Bonds Yield stabil di level 8.03%.

Dari dalam negeri, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan proyek Tol Layang Jakarta--Cikampek II yang ditargetkan dapat beroperasi sebelum Lebaran 2019, sementara proyek LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta—Bandung di ruas Bekasi ditunda untuk mengurangi dampak kemacetan di tol Cikampek.

Dari dalam negeri, Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali mengajukan penetapan harga khusus (price cap) gas bumi untuk pembangkit listrik menjadi US$6 per million british thermal unit (MMBtu). Saat ini, harga gas untuk pembangkit listrik PLN yang berkisar US$7—US$11 per MMBtu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup