Valbury Sekuritas Indonesia: Minim Sentimen Positif, Pelemahan IHSG Masih Berlanjut

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG masih berlanjut merah, menyusul minimnya sentimen positif baik dari dalam dan luar negeri.
Mia Chitra Dinisari | 21 November 2018 07:39 WIB
Pengguna jalan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG masih berlanjut merah, menyusul minimnya sentimen positif baik dari dalam dan luar negeri.

Tim analis Valbury Sekuritas menyebutkan keterbatasan katalis positif baik dari dalam negeri dan luar negeri dapat mendorong berlanjutnya tekanan bagi IHSG pada hari ini.

Disamping itu koreksi tajam saham AS pada Selasa kian menyulitkan bagi IHSG untuk bisa bergerak ke zona hijau.

Perspektif tenikal
Support Level :    5.974/5.943/5.911
Resistance Level :   6.037/6.068/6.100
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down

Berikut sentimen penggerak IHSG hari ini

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah telah menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang isinya mengenai kebijakan perluasan fasilitas pengurangan PPh Badan, relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), dan pengaturan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Relaksasi DNI dilakukan pemerintah karena Indonesia belum memiliki cukup modal untuk membangun bidang usaha dalam sektor-sektor tersebut. Dalam relaksasi ini pemerintah membebaskan pengusaha untuk menamam modal di 54 bidang usaha yang sebelumnya berada di DNI. Kebijakan merelaksasi DNI ini membuka kesempatan bagi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi untuk masuk ke seluruh bidang usaha. Kebijakan pemerintah ini memiliki tujuan dan berdampak baik bagi ekonomi Indonesia,  meski tidak akan dapat memberbaiki CAD dalam jangka pendek.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Presiden AS Donald Trump berencana malakukan reshuffle kabinetnya dengan mengkaji penggantian tiga hingga lima anggota kebinet pemerintahannya. Kabarnya, Kirstjen Nielsen sebagai menteri keamanan dalam negeri dan John Kelly sebagai kepala staf pegawai Gedung Putih figur-figur yang paling mungkin dipecat oleh Trump. Setelah berlalunya hampir dua tahun dari kekuasaan Trump, rangkaian bongkar pasang kabinet ini akan terus berlanjut.

Uni Eropa (UE) dijadwalkan menggelar pembahasan atas draf Brexit, yang sudah disepakati oleh Inggris dan perwakilan UE pekan lalu. Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menegaskan draf tersebut menguntungkan bagi Inggris. Salah satu hal yang tercantum di dalam draf itu adalah Inggris akan mendapatkan kontrol atas masalah imigrasi, yang menjadi kunci dalam inisiasi Brexit. Namun sisi lain, May mendapat tekanan dari internal partainya setelah draf kesepakatan itu disetujui, sejumlah menterinya mundur, termasuk Boris Johnson, yang mundur pada pertengahan tahun ini karena tidak setuju dengan proposal May.

Pimpinan The Fed Dallas Robert Kaplan menyatakan, ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun 2019 akan melambat. Hal ini seiring dengan memudarnya dampak kebijakan reformasi pajak Presiden Donald Trump. Pandangan Kaplan sejalan dengan pandangan Jerome Powell yang mengatakan utang pemerintah dan defisit telah menempatkan AS pada jalur fiskal yang tidak berkelanjutan

Berikut rekomendasi saham hari ini

WSKT: Trading Buy
• Close 1630, TP 1670
• Boleh buy di level 1560-1630
• Resistance di 1670 & support di 1560
• Waspadai jika tembus di 1560
• Batasi resiko di 1540

BBNI: Trading Buy
• Close 8400, TP 8600
• Boleh buy di level  8300-8400
• Resistance di 8600 & support di 8300
• Waspadai jika tembus di 8300
• Batasi resiko di 8200

TLKM : Trading Buy
• Close 3950, TP 4020
• Boleh buy di level  3900-3950
• Resistance di 4020 & support di 3900
• Waspadai jika tembus di 3900
• Batasi resiko di 3870

UNTR:  Trading Buy
• Close 34400, TP 34850
• Boleh buy di level  33975-34400
• Resistance di 34850 & support di 33975
• Waspadai jika tembus di 33975
• Batasi resiko di 33800

BSDE:  Trading Buy
• Close 1210, TP 1235
• Boleh buy di level  1180-1210
• Resistance di 1235 & support di 1180
• Waspadai jika tembus di 1180
• Batasi resiko di 1165

ADRO:  Trading Buy
• Close 1485, TP 1530
• Boleh buy di level  1465-1485
• Resistance di 1530 & support di 1465
• Waspadai jika tembus di 1465
• Batasi resiko di 1450

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
CTRA, ASRI, MAIN, CPIN, KLBF, INCO, PGAS 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top