Binaartha Sekuritas: Pelemahan IHSG Berlanjut Hari Ini

Pergerakan IHSG dalam sesi dagang Rabu (21/11) diprediksi akan mengalami pelemahan.
Mia Chitra Dinisari | 21 November 2018 06:21 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Jumat (9/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan IHSG dalam sesi dagang Rabu (21/11) diprediksimengalami pelemahan.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan hal tersebut terlihat dari pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Dia menjelaskan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.973,958 hingga 5.942,620.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.036,812 hingga 6.068,328.

Berdasarkan indikator, MACD berada di area positif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli. 

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*EXCL, Daily (2190) (RoE: -0,90%; PER: -121.95x; EPS: -18.04; PBV: 1.10x; Beta: 0.72):* Sebelumnya terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2140 – 2200, dengan target harga secara bertahap di level 2220 dan 2270. Support: 2140 & 2120.

*INCO, Daily (3140) (RoE: 3.90%; PER: 28.96x; EPS: 110.83; PBV: 1.13x; Beta: 1.07):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 3100 - 3150, dengan target harga secara bertahap di level 3180, 3320, 3890, 4460 and 5050. Support: 3010.

*INDY, Daily (2430) (RoE: 12.21%; PER: 5.74x; EPS: 428.68; PBV: 0.70; Beta: 2.35):* Pergerakan harga telah menguji level pada garis MA 20. Dengan demikian, potensi rebound terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2400 – 2440, dengan target harga di 2470, 2500, 2550 dan 2670. Support: 2400 & 2360.

*LPPF, Daily (4490) (RoE: 89.35%; PER: 4.84x; EPS: 927.46; PBV: 4.35x; Beta: 2.11):* Pergerakan harga bertahan di area garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 4370 – 4500, dengan target harga secara bertahap di level 4700 dan 4750. Support: 4370 & 4300.

*PGAS, Daily (2030) (RoE: 8.63%; PER: 11.33x; EPS: 179.15; PBV: 0.98x; Beta: 1.18):* Fase akumulasi terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada area level 2010 – 2040, dengan target harga secara bertahap di level 2150, 2320, 2730 dan 3130. Support: 2010 & 1910.

*TINS, Daily (680) (RoE: 5.48%; PER: 14.90x; EPS: 45.98; PBV: 0.82x; Beta: 1.07):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 670 – 680, dengan target harga secara bertahap di level 690, 710 dan 730. Support: 670, 660 & 650.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top