Besok, (21/11) IHSG Diprediksi Masih Melemah

Pergerakan IHSG dalam sesi dagang Rabu (21/11) diprediksi akan mengalami pelemahan.
Mia Chitra Dinisari | 20 November 2018 07:36 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan IHSG dalam sesi dagang Rabu (21/11) diprediksi akan mengalami pelemahan.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan hal tersebut terlihat dari pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Dia menjelaskan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.973,958 hingga 5.942,620.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.036,812 hingga 6.068,328.

Berdasarkan indikator, MACD berada di area positif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli. 

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan 

diperkirakan IHSG diperkirakan melemah dengan support 5.950-6.035. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya LSIP, WSBP, WTON, CPIN, PTPP, ERAA, MAIN.

Secara teknikal, katanya, IHSG membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi pulled back MA200 dan melemah menutup gap up yang terbentuk pada pekan lalu.

Indikator Stochastic bergerak mendekati area overbought dengan momentum bearish reversal dari Indikator RSI. 

Dalam perdagangan kemarin, Senin (19/11), IHSG ditutup melemah 0,12% atau 7,05 poin ke level 6.005,29 bertahan di level psikologis.

Sektor Infrastruktur (-1.42%) diiringi dengan Pertambangan (-0.99%) memimpin pelemahan. Saham TLKM (-2.47%), INKP (-5.46%) dan ADRO (-3.88%) menjadi kontributor utama pelemahan IHSG. Investor cenderung menahan diri menjelang libur nasional pada hari selasa.

Rupiah bergerak menguat 0.16% kelevel Rp14588 per USD sehingga Aksi beli investor asing masih terlihat sebesar Rp600.62 Miliar meskipun IHSG melemah.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top