Aksi Borong Saham Jelang Libur Nasional, IHSG Bertahan di Level 6.000

Aksi beli bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018), sebelum libur nasional.
Renat Sofie Andriani | 19 November 2018 18:11 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi beli bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin (19/11/2018), sebelum libur nasional.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp601,36 miliar, sekaligus reli net buy pada hari keempat berturut-turut.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 928,21 juta lembar saham senilai Rp2,78 triliun. Adapun aksi jual investor asing tercatat 806,31 juta lembar saham senilai sekitar Rp2,18 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa mencapai Rp6,56 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 7,27 miliar lembar saham.

Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir tergelincir ke zona merah pada perdagangan hari ini.

IHSG ditutup terkoreksi 0,12% atau 7,05 poin di level 6.005,30, setelah berakhir menguat 0,95% atau 56,61 poin di posisi 6.012,35 pada Jumat (16/11).

Indeks tergelincir turun dari level penutupan tertingginya sejak 31 Agustus yang mampu dibukukan pada Jumat sekaligus mematahkan reli penguatan selama empat sesi perdagangan beruntun sebelumnya.

Padahal IHSG sempat melanjutkan penguatannya saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,27% atau 15,99 poin di level 6.028,34 pagi tadi, sebelum mulai berbalik ke zona merah menjelang akhir sesi I. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.974,13 – 6.036,99.

Dari 616 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 185 saham menguat, 188 saham melemah, dan 243 saham stagnan. Tujuh dari sembilan sektor menetap di teritori negatif, dipimpin infrastruktur (-1,43%) dan tambang (-1%).

Saham emiten infrastruktur yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,47% menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG hari ini, disusul saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang turun 5,46%.

Meski demikian sektor properti dan finansial mampu mengakhiri pergerakannya di wilayah positif, masing-masing dengan kenaikan 0,79% dan 0,70%, sekaligus membatasi besarnya koreksi yang dibukukan IHSG.

Sejumlah saham emiten perbankan yakni BBCA (+1,11%), BBRI (+0,86%), dan BBNI (+1,20%) menjadi penopang utama atas bertahannya IHSG di level 6.000 pada akhir perdagangan.

Berikut ringkasan perdagangan saham oleh investor asing:

19 November

Rp601,36 miliar

Net buy

16 November

Rp1,65 triliun

Net buy

15 November

Rp1,37 triliun

Net buy

14 November

Rp530,77 miliar

Net buy

13 November

Rp158,38 miliar

Net sell

12 November

Rp17,68 miliar

Net sell

9 November

Rp42,93 miliar

Net sell

8 November

Rp1,1 triliun

Net buy

7 November

Rp738,04 miliar

Net buy

6 November

Rp1,06 triliun

Net buy

 SumberBursa Efek Indonesia, 2018

Tag : IHSG, transaksi saham
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top