Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinarmas Sekuritas: IHSG Mixed Menguat di Level 5.982-6.117

Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 November 2018  |  08:41 WIB
Karyawan melakukan perawatan patung Banteng Wulung, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan melakukan perawatan patung Banteng Wulung, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. 

Tim analis Sinarmas Sekuritas menyatakan ecara teknikal indeks hari Senin (19/11), IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5.982-6.117.

Berikut sentimen penggerak IHSG hari ini

Bursa AS ditutup menguat pada perdagangan Jumat (16/11). Harga batubara turun ke level USD 102.50 per Mt. Crude oil stabil di level USD 57.07 per barrel. Rupiah bergerak menguat terhadap Dollar AS ke level Rp 14.545. 10Yr Government Bonds Yield turun ke level 8.05%.

Dari dalam negeri, pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI mengenai kebijakan perluasan fasilitas pengurangan PPh Badan, relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), dan pengaturan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Dalam relaksasi ini pemerintah membebaskan pengusaha untuk menanam modal di 54 bidang usaha yang sebelumnya berada di DNI.

Dari dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mineral dan batu-bara mencapai Rp 43 triliun hingga akhir tahun nanti. Proyeksi itu melebihi dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 32,1 triliun.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatatkan posisi utang luar negeri ULN Indonesia per akhir triwulan III-2018 sebesar US$ 359,8 miliar. Nilai itu berasal dari utang pemerintah dan bank sentral senilai US$ 179,2 miliar, sementara utang swasta termasuk badan usaha milik negara (BUMN) tercatat sebesar US$ 180,6 miliar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top