Pasar Ekuitas Tetap Bergejolak, IHSG Justru Kokoh di Level 6.000 Siang Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lebih dari 1% sekaligus mengokohkan posisinya di level 6.000 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (16/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 16 November 2018 13:25 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lebih dari 1% sekaligus mengokohkan posisinya di level 6.000 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (16/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 1,44% atau 85,53 poin ke level 6.041,77 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,33% atau 19,37 poin di level 5.975,11.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.968,67 – 6.058,82. Penguatan IHSG berlanjut untuk hari keempat setelah mengakhiri perdagangan Kamis (15/11) dengan menanjak 1,66% atau 97,44 poin ke posisi 5.955,74.

Delapan dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor infrastruktur (+2,30%) dan finansial (+1,94%). Adapun sektor aneka industri menetap sendiri di zona merah dengan pelemahan 0,16%.

Sebanyak 248 saham menguat, 130 saham melemah, dan 237 saham stagnan dari 615 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 3,84% dan 3,52% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG pada akhir sesi I.

Binaartha Sekuritas mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG yang berpeluang menuju ke area resistance.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan hal itu terlihat dari pola long white body candle yang muncul pascapenguatan indeks kemarin.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.903,832 hingga 5.851,929. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.984.018 hingga 6012.301.

Adapun berdasarkan indikator, MACD berada di area positif, sedangkan Stochastic dan RSI mendekati area overbought. 

Sementara itu, indeks saham lainnya di kawasan Asia bergerak variatif siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,95%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,69%), indeks SE Thailand (+0,02%), dan indeks PSEi Filipina (+1,98%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun 0,60% dan 0,59%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,20%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing naik 0,58% dan 0,68% pada pukul 12.30 WIB.

Secara keseluruhan, bursa Asia bergerak mixed saat investor mencermati apakah China dan Amerika Serikat (AS) dapat menurunkan tensi perselisihan perdagangan mereka menjelang KTT G-20 bulan ini. Bursa saham di Jepang tergelincir, tetapi mayoritas bursa lainnya menanjak, terutama di China dan Hong Kong.

Pasar ekuitas tetap bergejolak saat perlambatan ekonomi China dan ketidakpastian prospek kinerja keuangan bertemu dengan penyesuaian pasar atas efek pengetatan kebijakan moneter AS.

“Mungkin jika kita bisa mendapatkan kemajuan dalam hubungan perdagangan, itu bisa menjadi dorongan," ujar Jason Browne, kepala strategi investasi di FundX Investment Group, seperti dikutip Bloomberg.

“Tapi manfaatnya kemungkinan akan diimbangi ekspektasi kenaikan lanjutan oleh The Fed. Itu bagian dari tantangan saat ini.”

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top