Nilai Tukar Rupiah Melemah ke 14.678 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir melemah 139 poin atau 0,96% di level Rp14.678 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (9/11/2018).
Aprianto Cahyo & Renat Sofie | 09 November 2018 16:08 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir melemah 139 poin atau 0,96% di level Rp14.678 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (9/11/2018).

Kurs rupiah berhasil menguat ke level Rp14.500-an per dolar AS setelah hasil pemilu jangka menengah Amerika Serikat menunjukkan kemenangan partai Demokrat yang menjadi oposisi Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan melemahkan indeks.

Pada penutupan perdagangan Kamis (8/11), nilai tukar rupiah ditutup melanjutkan penguatan 58 poin atau 0,39% ke posisi Rp14.533 per dolar AS. Mata uang Garuda masih mencatatkan pelemahan di hadapan dolar AS secara year-to-date (ytd) sebesar 6,73%. 

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan bahwa faktor utama penguatan rupiah saat ini masih disebabkan oleh pelemahan indeks dolar AS setelah hasil pemilu jangka menengah.

“Penguatan rupiah secara umum masih terdorong oleh pergerakan dolar AS sebagai faktor utama. Indeks dolar AS terkoreksi sehingga lawannya pasti akan menguat,” ujarnya dihubungi Bisnis, Kamis (8/11/2018).

Secara teknikal, Wahyu menjelaskan bahwa dolar AS sudah mengalami overbought sedangkan rupiah oversold. Secara fundamental dari domestik tidak banyak yang berubah, data ekonomi Indonesia dinilai sejak awal masih dalam kondisi baik.

“Belakangan yang diantisipasi adalah pemilihan umum jangka menengah AS yang memberi dampak negatif pada pergerakan dolar AS karena partai Demokrat berhasil mengambil posisi di kongres,” ungkapnya.

Sementara itu, dari The Fed yang masih stabil membawa nada hawkish sehingga meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Untuk jangka pendek, hal itu masih menjadi pendorong sentimen bullish untuk dolar AS.

Adapun, menurut Wahyu dilihat secara historis, menuju tahun politik rupiah akan melemah dan kembali menguat setelah presiden terpilih. Menuju akhir 2018, Wahyu memproyeksikan rupiah masih terbuka kemungkinan untuk bergerak pada kisaran antara Rp14.200 – Rp15.300 per dolar AS.

Berikut laporan pergerakan rupiah hari ini.

16:02 WIB

Pukul 15.59 WIB: Spot Ditutup Melemah 139 Poin

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir melemah 139 poin atau 0,96% di level Rp14.678 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (9/11/2018).

15:29 WIB

Pukul 15.26 WIB: Spot Melemah 131 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 131 poin atau 0,90% ke level Rp14.670 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG menjelang penutupan perdagangan hari ini, Jumat (9/11/2018).

14:06 WIB

Pukul 14.02 WIB: Spot Melemah 144 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 144 poin atau 0,99% ke level Rp14.683 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG pada awal sesi II perdagangan hari ini, Jumat (9/11/2018).

11:34 WIB

Pukul 11.21 WIB: Spot Melemah 106 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 106 poin atau 0,73% di posisi Rp14.645 per dolar AS.

10:15 WIB

Pukul 10.08 WIB: Spot Melemah 74 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 74 poin atau 0,51% di posisi Rp14.613 per dolar AS.

09:01 WIB

Pukul 8.56 WIB: Spot Melemah 104 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 104 poin atau 0,72% di posisi Rp14.643 per dolar AS.

08:24 WIB

Pukul 8.15 WIB: Spot Dibuka Melemah 106 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 106 poin atau 0,73% di posisi Rp14.645 per dolar AS.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top