Kinerja BIRD Tertolong Kenaikan Volume Operasional Kendaraan

Emiten penyedia layanan transportasi PT Blue Bird Tbk. akhirnya membukukan kenaikan laba bersih per September 2018 setelah terus menderita penurunan laba pada kinerja 3 bulan dan 6 bulan pertama tahun ini.
Dara Aziliya | 09 November 2018 00:03 WIB
Sebanyak 430 mobil sedan dari Blue Bird terparkir rapi di Lapangan Lagoon, Nusa Dua untuk mengantar tamu kenegaraan IMF-WB 2018. - BISNIS.COM/ Ni Putu Eka Wiratmini

Kinerja BIRD Tertolong Volume Operasional Kendaraan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia layanan transportasi PT Blue Bird Tbk. akhirnya membukukan kenaikan laba bersih per September 2018 setelah terus menderita penurunan laba pada kinerja 3 bulan dan 6 bulan pertama tahun ini.

Investor Relations Blue Bird Michael Tene mengungkapkan perseroan mampu membukukan kinerja kuartal III/2018 yang meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya, terdampak dari kenaikan volume kendaraan yang dioperasikan.

“Kinerja kami pada kuartal III/2018 membaik karena ada kenaikan organik dari jumlah rata-rata mobil yang beroperasi. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, memang menurun tipis tapi kalau dibandingkan kuartal II/2018, pendapatan kami naik signifikan,” ungkap Michael di Jakarta, Kamis (8/11).

Menurutnya, kenaikan rata-rata durasi operasional armada tersebut didukung oleh kenaikan jumlah pengemudi yang bergabung dengan Blue Bird.

Michael menyebut keterlibatan perseroan pada sejumlah agenda nasional dan internasional memang mengerek utilisasi perseroan, namun bukan merupakan faktor utama yang mendorong utilisasi armada perseroan.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan sejumlah analis, utilisasi emiten dengan sandi BIRD tersebut pada kuartal III/2018 telah mencapai 72%, dibandingkan 67% pada kuartal sebelumnya.

Michael menyebut pendapatan secara yoy memang mengalami penurunan, tetapi dibandingkan kuartal II/2018, pendapatan perseroan pada kuartal III/2018 telah meningkat 14%.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, BIRD membukukan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun pada periode yang berakhir September 2018, menurun tipis 0,76% secara yoy.

Kendati membukukan penurunan pendapatan, pada periode tersebut perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp334,67 miliar, meningkat 10,77% secara yoy.

Michael menyampaikan penurunan tipis pada topline tidak terelakkan karena masih ada persaingan yang sangat ketat di beberapa daerah di luar Jabodetabek sepanjang tahun ini. Namun, persaingan tersebut terpantau kian melonggar pada kuartal III/2018 dibandingkan dua kuartal sebelumnya.

Dengan meningkatnya operasional kendaraan, Burung Biru pun dapat mempertahankan margin pendapatan. Selain itu, Michael menyebut kinerja perseroan yang membaik juga didukung upaya perseroan untuk mengurangi beban bunga.

Dari lapkeu perseroan, beban bunga hingga kuartal III/2018 tercatat sebesar  Rp48,96 miliar, menurun 55,6% secara yoy dari Rp110,32 miliar. Perseroan juga membukukan pendapatan lain neto yang positif sebesar Rp32,36 miliar, setelah sempat membukukan kerugian yoy sebesar Rp18,95 miliar.

Tag : kinerja emiten, Blue Bird
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top