Minyak Mentah Terus Melemah, Batu Bara Newcastle Tetap Lanjutkan Penguatan

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Januari 2019 ditutup menguat 0,05% atau 0,05 poin ke level US$103,75 per metrik ton, melanjutkan penguatan di hari ketiga.
Aprianto Cahyo Nugroho | 07 November 2018 07:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa Newcastle masih melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan Selasa (6/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Januari 2019 ditutup menguat 0,05% atau 0,05 poin ke level US$103,75 per metrik ton, melanjutkan penguatan di hari ketiga.

Adapun pada akhir perdagangan Senin (5/11), harga batu bara ditutup menguat 0,48% atau 0,50 poin ke level US$103,70 per metrik ton.

Di sisi lain, harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup anjlok 1,40% atau 1,30 poin di level 91,35 per metrik ton.

Sementara itu, harga minyak mentah semakin merosot, setelah laporan industri menunjukkan peningkatan jumlah persediaan minyak mentah yang lebih besar dari ekspektasi di AS.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Desember lanjut diperdagangkan di level US$61,79 per barel pada pukul 4.38 pagi waktu New York.

WTI bergerak kian turun setelah mengakhiri sesi perdagangan Selasa (6/11/2018) di level US$62,21 per barel di New York Mercantile Exchange, level penutupan terendah sejak 6 April. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 20% di atas rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari melorot US$1,04 dan berakhir di level US$72,13 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada Selasa. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$9,79 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Kontrak berjangka minyak melemah setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan ekspansi stok minyak mentah AS sebesar 7,83 juta barel pekan lalu.

Jika hal ini dikonfirmasikan oleh badan energi AS Energy Information Administration (EIA) pada Rabu (7/11), maka akan menjadi peningkatan terbesar dalam lima pekan, dibandingkan dengan rata-rata peningkatan sebesar 2 juta barel dalam survei Bloomberg.

"Jika EIA mengonfirmasi kenaikan ini, pasti bisa menyebabkan pelemahan harga lebih lanjut," kata Kyle Cooper, direktur penelitian di IAF Advisors, seperti dikutip Bloomberg.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

6 November

103,75

(+0,05%)

5 November

103,70

(+0,48%)

2 November

103,20

(+0,48%)

1 November

102,35

(-2,85%)

31 Oktober

105,35

(-1,86%)

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara, harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup