Rekomendasi Obligasi: Penguatan Harga SUN Terdongkrak Hasil Lelang dan Rupiah

MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder masih berpeluang mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (7/11/2018), didukung oleh hasil positif lelang SUN serta pergerakan nilai tukar rupiah yang akan cenderung stabil di bawah level Rp15.000.
Emanuel B. Caesario | 07 November 2018 09:17 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder masih berpeluang mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (7/11/2018), didukung oleh hasil positif lelang SUN serta pergerakan nilai tukar rupiah yang akan cenderung stabil di bawah level Rp15.000.

Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan bahwa faktor yang akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang juga akan berdampak terhadap pergerakan harga SUN di pasar sekunder adalah data cadangan devisa (cadev) Oktober 2018 serta data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III/2018.

Bank Indonesia (BI) akan menyampaikan data cadev pada Rabu (7/11), sedangkan data NPI bakal diumumkan pada Jumat (9/11).

Seiring dengan masih berlanjutnya tren kenaikan harga SUN, MNC Sekuritas menyarankan investor untuk melakukan strategi trading yang memanfaatkan momentum kenaikan harga.

*Pelaku pasar perlu mewaspadai aksi ambil untung atau profit taking oleh investor dikarenakan harga SUN mulai mendekati area jenuh beli," paparnya dalam riset harian, Rabu (7/11).

Made menerangkan data ekonomi domestik yang akan disampaikan pada pekan ini berpotensi mempengaruhi pergerakan harga SUN di pasar sekunder. Beberapa seri yang menurutnya cukup menarik untuk diperdagangkan adalah SR008, SR009, FR0053, FR0061, FR0035, FR0043, FR0070, dan FR0054.

Pada Selasa (6/11), harga SUN meningkat didorong oleh penguatan rupiah dan hasil lelang SUN. Kenaikan harga yang terjadi mencapai 90 bps, yang terjadi di hampir seluruh seri SUN.

Akibatnya, imbal hasil turun dalam rentang 2-15 bps, dengan rata-rata penurunan 8 bps.

Harga SUN tenor pendek naik hingga 20 bps, membuat yield terkoreksi antara 2-8 bps. SUN tenor menengah mengalami peningkatan harga antara 20-55 bps, yang menekan imbal hasil hingga 14 bps.

Adapun SUN tenor panjang mencatatkan kenaikan harga sampai 90 bps, sehingga membuat imbal hasil turun antara 2-15 bps.

Kenaikan harga juga mendorong penurunan yield SUN seri acuan tenor 5 tahun sebesar 14 bps ke level 7,962% dan tenor 10 tahun ke level 8,143%. Sementara itu, imbal hasil untuk tenor 15 tahun turun 12 bps ke level 8,457% dan tenor 20 tahun terpangkas 11 bps ke level 8,644%.

Di sisi nilai tukar, rupiah mengalami penguatan didukung oleh perjanjian keuangan bilateral antara BI dan bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS), dengan nilai setara US$10 miliar pada Senin (5/11). Perjanjian ini memungkinkan kedua pihak mendapatkan akses likuiditas valuta asing (valas) dari satu sama lain jika dibutuhkan, untuk menjaga stabilitas moneter dan keuangan.

Hasil lelang SUN pada Selasa (6/11) juga membantu pergerakan harga. Dalam lelang tersebut, pemerintah meraup dana Rp20 triliun dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp59,48 triliun.

Nilai penawaran yang masuk meningkat dibandingkan penawaran pada lelang sebelumnya yang sebesar Rp47,55 triliun. Selain  itu, tingkat imbal hasil yang diminta investor juga disebut cukup kompetitif.

Kenaikan harga Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin juga didukung oleh kenaikan volume perdagangan.

Peningkatan harga juga didapati pada SUN berdenominasi dolar AS, didukung oleh membaiknya persepsi risiko yang tercermin pada penurunan angka Credit Default Swap (CDS).

Secara teknikal, kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan kemarin mendorong harga SUN semakin mendekati area jenuh beli (overbought). Selain itu, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa hari terakhir juga memperkuat sinyal tren kenaikan harga pada hampir keseluruhan tenor SUN.

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top